
Semakin dingin, semakin teringat akan gukbap hangat. Dengan semangkuk gukbap yang mengepul, tubuh yang membeku dan hati yang tertekan akan segera terasa lebih baik. Gukbap memiliki rasa kuah dan sejarah yang berbeda di setiap daerah, sehingga kita bisa merasakan berbagai rasa dan cerita tersebut. Baik saat bepergian maupun sebagai hidangan sehari-hari, semangkuk gukbap sangat berharga di musim dingin ini.
Gyeonggi Suwon — Gukbap Kepala Sapi
Di Suwon, gukbap kepala sapi juga dicintai sebagai hidangan yang mengenyangkan di musim dingin, bersama dengan iga raja. Kuah yang terbuat dari kepala sapi dan kaldu tulang memiliki banyak kolagen dan protein, sangat cocok untuk musim ketika kekeringan pada sendi dan kulit meningkat. Tekstur daging kepala yang kenyal dan kuah yang gurih menjadi menu populer setelah berjalan-jalan di sekitar Hwaseong Suwon dan Haenggung-dong. Namun, karena cukup berlemak, jika Anda memiliki kolesterol tinggi, sebaiknya makan lebih banyak bahan padat dan mengatur jumlah kuahnya.

Seoul — Seolleongtang
Seolleongtang adalah hidangan gukbap khas Seoul yang dibuat dengan merebus tulang dan daging dalam waktu lama. Kuah yang dihasilkan dari kaldu tulang dan tulang campuran kaya akan asam amino dan kolagen, membantu meningkatkan stamina dan memulihkan kelelahan di musim dingin. Di restoran seolleongtang tua di sekitar Jongno dan Euljiro, Anda bisa merasakan kenyamanan dari hidangan ini sambil menikmati pemandangan lama Seoul. Rasanya yang ringan dan kandungan lemak yang tidak berlebihan membuatnya mudah dicerna dan cocok untuk semua usia.
Busan — Gukbap Babi
Gukbap babi Busan berasal dari makanan yang mengenyangkan para pengungsi dan pekerja, dan kini telah menjadi ‘makanan jiwa’ yang melambangkan kota. Kuah yang direbus dari tulang dan daging babi kaya akan protein dan kolagen, sangat membantu menjaga suhu tubuh dan mengisi energi di musim dingin. Kuah yang keruh dengan daging babi dan nasi, serta bumbu pedas, udang asin, dan daun bawang, menjadi cara yang populer di kalangan wisatawan. Menambahkan jalan gukbap babi di sekitar Seomyeon, Yeonsan-dong, dan Nampo-dong ke dalam rute perjalanan Anda akan membuat perjalanan musim dingin di Busan semakin sempurna dengan angin laut dan kuah panas yang menyatu.
Daegu — Ttaro Gukbap
Ttaro gukbap Daegu adalah hidangan lokal yang namanya berasal dari cara menyajikan nasi dan kuah secara terpisah. Kuah yang kental berbasis tulang sapi dan daging ditambah dengan minyak cabai memberikan rasa pedas, dan satu mangkuknya membuat tubuh yang kaku karena udara dingin terasa lebih baik. Kaya akan protein dan zat besi, membantu memulihkan kelelahan, dan bumbu pedasnya juga membantu meningkatkan nafsu makan dan pencernaan di musim dingin. Menikmati ini bersamaan dengan tur Pasar Seomun dan Gangwon akan memberikan pengalaman sejarah dan kehidupan sehari-hari Daegu, tetapi perlu diingat untuk mengatur tingkat kepedasan dan jumlah kuahnya.

Jeonbuk Jeonju — Gukbap Kacang Kedelai
Gukbap kacang kedelai Jeonju telah menjadi hidangan sarapan yang ‘ringan tetapi mengenyangkan’ dan merupakan makanan khas Jeonju. Kacang kedelai yang renyah kaya akan vitamin C dan asam aspartat, membantu mengatasi mabuk dan memulihkan kelelahan, sementara kuah hangatnya membuat perut nyaman di musim dingin. Restoran gukbap kacang kedelai di sekitar Pasar Selatan dan pasar tradisional terhubung dengan wisata desa hanok, memberikan pilihan makan yang tidak membebani bagi para wisatawan. Dengan kalori yang rendah dan pencernaan yang cepat, ini adalah pilihan yang baik setelah makan berlebihan atau di waktu larut malam.
Jeonnam Naju — Gomtang Naju
Gomtang Naju adalah gukbap dengan rasa yang ringan, memiliki tradisi yang dalam dengan gang gomtang dan restoran tua yang berusia lebih dari 100 tahun. Berbeda dengan gomtang biasa, ini lebih jernih dan ringan karena berfokus pada daging bagian dalam dan daging sapi. Kuah yang direbus lama kaya akan protein dan mineral, membantu memulihkan stamina dan menjaga suhu tubuh di musim dingin, dan jika dimakan dengan nasi, sudah cukup untuk menjadi hidangan yang mengenyangkan. Jika Anda mengunjungi Naju Fortress dan jalan tua Yeongsanpo, Anda bisa menikmati semangkuk gomtang dan pemandangan musim dingin khas Honam sekaligus.
