
Bintang realitas dunia Kim Kardashian mengungkap foto dirinya yang tersenyum cerah dengan behel di masa remajanya.
Kardashian mengunggah foto masa lalunya saat mengenakan seragam sekolah di akun SNS-nya pada tanggal 9 lalu. Yang paling mencolok adalah behel yang terpasang di giginya. Kardashian menambahkan keterangan pada foto tersebut, "8th grade KK (kelas 8)". Kelas 8 di Amerika Serikat setara dengan usia 14-15 tahun di Korea, yang merupakan tahun kedua hingga awal tahun ketiga SMP.
Para pengikut memberikan reaksi terhadap foto Kardashian dengan komentar seperti "Senyum yang sempurna" dan "Behel terlihat jelas".
Pemeriksaan Gigi pada Usia 7 Tahun untuk Menentukan Waktu yang Tepat untuk Perawatan Ortodontik
Seperti Kim Kardashian, perawatan ortodontik sebaiknya dilakukan sebelum menjadi dewasa agar lebih efektif. Pada masa remaja, rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula) terus tumbuh. Hal ini memungkinkan arah pertumbuhan rahang dapat dipandu atau dikendalikan melalui alat ortodontik. Kecepatan metabolisme tulang yang lebih cepat juga membuat pergerakan gigi lebih cepat. Sebaliknya, orang dewasa memiliki tulang yang lebih keras dan respons jaringan yang lebih lambat, sehingga pergerakan ortodontik memerlukan waktu lebih lama. Banyak orang dewasa juga mengalami masalah seperti periodontitis, penarikan gusi, dan penurunan tulang alveolar. Dalam kondisi ini, pergerakan gigi dapat terhambat atau akar gigi dapat semakin menyusut atau hilang.
Jadi, pada usia berapa sebaiknya perawatan ortodontik dilakukan? Asosiasi Ortodontik Korea merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan profesional di ortodonti sekitar usia 7 tahun, karena tergantung pada anak. Namun, kecuali untuk kasus maloklusi tertentu yang memerlukan perawatan dini, umumnya usia 11-14 tahun, ketika gigi permanen sudah muncul, dianggap sebagai waktu yang paling efisien untuk perawatan ortodontik.
Efek Samping yang Mengakibatkan Gigi Bergoyang dan Mengurangi Umur Gigi
Perawatan ortodontik juga memiliki efek samping. Salah satu yang paling umum adalah resorpsi akar. Resorpsi akar terjadi ketika dentin dan sementum yang membentuk akar gigi sebagian diserap, sehingga akar gigi menjadi lebih pendek. Akar gigi adalah struktur yang mengikat gigi pada rahang. Jika akar gigi menjadi lebih pendek, gigi dapat bergoyang atau menjadi lebih rentan terhadap trauma atau penyakit periodontal. Akhirnya, ini dapat menyebabkan kehilangan gigi.
Gusi di sekitar alat ortodontik juga rentan mengalami peradangan. Makanan mudah terjebak di antara bracket (alat ortodontik) dan kawat, sehingga menyulitkan untuk menyikat gigi. Hal ini dapat menyebabkan gusi bengkak, berdarah saat menyikat gigi, dan bau mulut yang lebih parah.
Beberapa orang juga mengalami penarikan gusi. Penarikan gusi adalah ketika gusi yang mengelilingi gigi semakin turun, sehingga akar gigi terlihat. Jika gejalanya semakin parah, dapat muncul rasa ngilu, kerusakan gigi, dan kehilangan gigi.
Untuk mencegah efek samping dari perawatan ortodontik, sangat penting untuk membersihkan area sekitar alat ortodontik dengan teliti. Sikat gigi dengan hati-hati di atas dan bawah bracket, dan gunakan sikat gigi interdental. Resorpsi akar, peradangan gusi, dan masalah lainnya sebaiknya dideteksi lebih awal, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.