
Belakangan ini banyak orang mendapatkan informasi kesehatan dari media sosial. Namun, beberapa informasi adalah konten yang dilebih-lebihkan dan tidak terverifikasi yang dapat membuat orang merasa cemas. Contoh yang paling umum adalah ‘jika telur tidak disimpan dalam wadah kedap udara, bakteri akan menyebar di kulkas’.
Sebenarnya, cangkang telur dapat mengandung bakteri. Salah satu yang paling umum adalah Salmonella. Namun, telur yang dijual di Korea telah melalui proses pencucian dan pemeriksaan. Selain itu, menyimpan telur di dalam kulkas akan memperlambat laju pertumbuhan bakteri secara signifikan.
Menurut National Institute of Animal Science, telur yang disimpan pada suhu dingin 4℃ mengalami penurunan bakteri Salmonella lebih dari 99% mulai hari pertama. Selain itu, pertumbuhan bakteri terhambat lebih dari 99,9% hingga 35 hari ke depan. Oleh karena itu, jika tidak meletakkan telur di dekat pintu yang mengalami fluktuasi suhu yang besar, tidak perlu terlalu khawatir tentang pertumbuhan bakteri.
Tentu saja, ada kekhawatiran tentang kontaminasi silang jika telur bersentuhan langsung dengan bahan makanan lain, yang dapat memindahkan sejumlah kecil bakteri. Namun, seperti yang diungkapkan dalam beberapa postingan media sosial, prinsip bahwa bakteri menyebar di udara tidaklah benar. Oleh karena itu, tidak perlu merasa cemas dengan berpikir ‘apakah seluruh kulkas akan terkontaminasi jika saya hanya meletakkan telur?’
Ada juga keuntungan menyimpan telur dalam wadah kedap udara. Ini dapat mencegah kontaminasi silang yang terjadi akibat kontak antara telur dan bahan makanan lainnya. Namun, jika wadah kedap udara menjadi lembab, itu justru dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi bakteri untuk berkembang, sehingga pengelolaan wadah kedap udara juga penting.
