Terlalu Umum untuk Diabaikan, Kelelahan Kronis... Mungkin Tanda Kanker?

| schedule masukan:
Kelelahan sangat bervariasi antar individu, sehingga kita tidak boleh mengabaikan kelelahan kronis sebagai gejala umum. Foto= Getty Images Bank

Kelelahan kronis adalah gejala yang terlalu umum sehingga sering diabaikan. Seperti tidak ada orang di dunia ini yang bebas dari stres, tidak ada orang yang tidak pernah mengalami kelelahan. Namun, kelelahan sangat bervariasi antar individu, sehingga kita tidak boleh mengabaikan kelelahan kronis sebagai gejala umum. Terutama, kelelahan yang sangat parah disertai penurunan berat badan bisa jadi merupakan tanda kanker. Mari kita kenali sinyal penyakit tak terduga yang diberitahukan oleh kelelahan kronis.

◆ Rasa Kelelahan Lebih dari 6 Bulan, ‘Sindrom Kelelahan Kronis’

‘Sindrom Kelelahan Kronis’ adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kelelahan kronis, dan didiagnosis berdasarkan kriteria yang ketat. Hal ini dapat mengganggu studi, pekerjaan, dan hubungan sosial, dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan depresi karena tidak mampu mengatasi beban tersebut. Terutama, jika kelelahan berlangsung lebih dari 6 bulan dan gejala terus berlanjut meskipun sudah cukup istirahat. Gejala yang mungkin menyertai termasuk penurunan konsentrasi, penurunan daya ingat, gangguan tidur, dan nyeri muskuloskeletal. Gejala seperti penurunan berat badan, depresi, kecemasan, kesemutan atau dingin pada tangan dan kaki, pusing, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan gangguan pencernaan juga dapat muncul.

◆ Kelelahan yang Disertai Penurunan Berat Badan, ‘Tanda Kanker’

Jika kelelahan kronis berlanjut tanpa alasan yang jelas, mencurigai kanker dapat membantu dalam deteksi dini. Foto= Getty Images Bank

Gejala kelelahan dapat muncul tiba-tiba dan sangat parah hingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari sejak awal. Jika semakin parah dan berlanjut seiring waktu, penting untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter dan mencari tahu penyakit penyebabnya. Ketika kanker seperti kanker usus besar atau kanker hati berkembang, kelelahan dan penurunan berat badan biasanya muncul bersamaan. Jika kelelahan kronis berlanjut tanpa alasan yang jelas, mencurigai kanker dapat membantu dalam deteksi dini.

◆ ‘AnemiaDiabetesPenyakit TiroidPenyakit Ginjal’ yang Perlu Dicurigai

Kelelahan kronis bisa menjadi sinyal bahwa ada penyakit dalam tubuh. Meskipun tidak ada penyakit tertentu, jika kelelahan berlangsung lama, sebaiknya diperiksa dan diobati. Penyakit yang memiliki kelelahan sebagai gejala utama termasuk anemia berat, diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal, tuberkulosis, hepatitis virus, hipertensi, dan penyakit jantung. Gangguan tidur, penyakit rematik, kekurangan gizi, dan obesitas juga dapat menjadi penyebab patologis umum dari kelelahan.

◆ Pria Usia 50-an Masalah Penurunan Hormon

Pria berusia 40-50 tahun mengalami penurunan hormon pria akibat menopause pria, sehingga mengeluhkan kelelahan dan kelemahan. Foto= Getty Images Bank

Penderita sindrom kelelahan kronis paling banyak berusia 50-an, diikuti oleh 40-an dan 30-an. Semua berada dalam usia di mana beban kerja dan stres di tempat kerja sangat tinggi. Terutama, pria berusia 40-50 tahun mengalami penurunan hormon pria akibat menopause pria, sehingga mengeluhkan kelelahan dan kelemahan. Penurunan hormon stres dari kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal, juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika bangun di pagi hari, pikiran tidak jernih dan dapat menyebabkan rasa lelah dan mengantuk di sore hari, serta kelelahan kronis.

×