
Aktris Han Go-eun memperkenalkan cara yang lebih sehat untuk mengonsumsi daun bawang dan daun bawang perai.
Han Go-eun baru-baru ini mengungkapkan resep 'Gul-guk' melalui saluran YouTube 'Go-eun Unni'. Dia menambahkan banyak daun bawang dan daun bawang perai yang baik untuk kesehatan ke dalam Gul-guk.
Han Go-eun berkata, "Apakah kamu tidak suka memakan daun bawang atau kimchi daun bawang perai yang panjang?" dan "Namun, bagi orang tua atau anak-anak yang kesulitan mengunyah, lebih baik memotong daun bawang dan daun bawang perai menjadi kecil-kecil untuk dikonsumsi," dia menekankan. Dia melanjutkan, "Karena ini bisa menggumpal di usus dan meningkatkan risiko obstruksi usus," jelasnya.
Dengan banyaknya kandungan baik dalam daun bawang dan daun bawang perai, apakah benar ada risiko mengalami obstruksi usus jika dimakan dalam ukuran panjang seperti yang dikatakan Han Go-eun.

Serat yang Panjang dan Keras dari Daun Bawang dan Daun Bawang Perai… Risiko Obstruksi Usus Secara Eksklusif
Daun bawang dan daun bawang perai memiliki bentuk serat yang panjang dan keras. Meskipun dimasak, serat tetap panjang seperti benang, dan jika tidak dikunyah dengan baik dan ditelan, bisa mengalami kesulitan dalam pencernaan. Namun, meskipun memakan daun bawang dan daun bawang perai dalam keadaan panjang, sangat jarang terpapar risiko obstruksi usus.
Namun, seperti yang dikatakan Han Go-eun, jika seseorang tidak mengunyah makanan dengan baik dan memiliki masalah pada lambung, itu bisa menjadi masalah. Singkatnya, ini berarti bisa berbahaya ketika kondisi buruk bertumpuk.
Jika seseorang telah menjalani operasi lambung atau memiliki usia lanjut atau penyakit yang mengurangi gerakan usus, menggunakan gigi palsu, atau memiliki gigi yang lemah sehingga kekuatan mengunyah kurang, serta jika makan dengan terburu-buru atau hampir tidak mengunyah, dalam kondisi tersebut bisa jarang menyebabkan penyumbatan usus.
“Sudah Beberapa Hari Sembelit”… Apakah Ini Obstruksi Usus?
Obstruksi usus adalah keadaan di mana makanan, gas, dan tinja di dalam usus tidak dapat bergerak dengan normal dan terhalang. Ketika obstruksi usus terjadi, usus akan semakin membesar, meningkatkan tekanan, dan menyebabkan rasa sakit serta muntah. Dalam kasus yang parah, aliran darah ke usus bisa berkurang, meningkatkan risiko nekrosis usus.
Gejala yang paling umum adalah perut yang keras dan perut yang sangat kembung. Rasa sakit yang terasa seperti perut tertekan akan muncul, dan jika tidak ada gas atau tinja yang keluar sama sekali, maka bisa dicurigai adanya obstruksi usus. Muntah dengan bau yang sangat menyengat juga merupakan salah satu gejala.
Namun, tidak perlu terlalu khawatir jika hanya sembelit biasa. Jika gejala kembung berlanjut, itu hanya masalah pencernaan, kemungkinan besar bukan obstruksi usus. Sebaliknya, jika ada riwayat operasi lambung, maka harus berhati-hati saat makan.
Jika lambung lemah, sebaiknya memotong kimchi daun bawang dan daun bawang perai sebelum dimakan. Meskipun daun bawang atau daun bawang perai sudah dipotong, mengunyah 2-3 kali lagi akan membantu pencernaan. Hati-hati untuk tidak makan lebih banyak saat perut terasa kembung. Selain daun bawang dan daun bawang perai, juga perlu mengunyah dengan baik dan menelan jamur kering, cumi kering, buah kering, dan kue beras.
