"Apakah Anda seorang ibu yang mengasuh anak?" Kim Bomi, menurunkan 9kg dalam 4 bulan... Rahasianya adalah 'ini'?

| schedule masukan:

[Selub Health] Cara Kim Bomi menjaga bentuk tubuh

Kim Bomi menikah dengan balerino sebayanya, Yoon Jeon-il, pada tahun 2020 dan memiliki satu putra dan satu putri. Foto=Instagram Kim Bomi

Aktris Kim Bomi mengungkapkan pemikirannya tentang diet.

Baru-baru ini, Kim Bomi membagikan foto sebelum dan sesudah diet di media sosialnya. Dalam foto tersebut, perbedaan antara Kim Bomi saat berat badannya naik dan turun terlihat jelas.

Kim Bomi mengatakan, "Saya sangat mencintai makan dan tidur, jadi jika saya tidak mengelola, tubuh saya langsung terlihat," dan menambahkan, "Banyak yang bilang itu bawaan lahir, tapi itu tidak benar." Dia melanjutkan, "Saya tahu bahwa jika saya tidak mengelola, berat badan saya cepat naik dan wajah saya mudah hancur," dan mengakui, "Tapi sekarang saya tidak lagi berpuasa dan melakukan diet yang ekstrem seperti dulu."

Sebelumnya, Kim Bomi mengalami kenaikan berat badan sebesar 13kg setelah hamil anak kedua. Namun, pada bulan Juni lalu, hanya 4 bulan setelah melahirkan, dia berhasil menurunkan 9kg dan mencapai berat 45kg. Dia diketahui mengatur asupan makanan dengan mengurangi setengah dari jumlah yang biasa dia makan. Mari kita lihat diet ekstrem dan rahasia Kim Bomi.

Diet puasa, apa efek sampingnya?

Seperti yang disebutkan Kim Bomi, diet puasa adalah jalan pintas yang merugikan kesehatan. Jika Anda menurunkan berat badan dengan berpuasa, itu mungkin terlihat seperti penurunan berat badan sementara. Namun, ini disebabkan oleh hilangnya cairan atau otot yang tersimpan dalam tubuh, yang menjadi penyebab efek yo-yo.

Efek yo-yo adalah ketika berat badan tidak dapat dipertahankan setelah diet dan kembali naik. Begitu Anda mulai makan lagi, berat badan mulai meningkat. Jika diet puasa dilanjutkan, massa otot akan berkurang, sehingga laju metabolisme dasar menurun. Akibatnya, Anda membakar lebih sedikit energi, sehingga meskipun Anda hanya makan sedikit, berat badan Anda akan cepat naik. Selain itu, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan menstruasi, kelelahan, dan kecemasan.

Bagaimana cara menurunkan berat badan dengan sehat?

Untuk menurunkan berat badan dengan sehat, lebih baik mengurangi sedikit demi sedikit. Tetapkan target untuk menurunkan sekitar 10% dari berat badan dalam 6 bulan dan menurunkan 2-3kg per bulan adalah hal yang tepat. Mengurangi kalori yang Anda konsumsi setiap hari juga penting, seperti Kim Bomi. Asosiasi Obesitas Korea menyarankan bahwa dengan mengurangi 500kcal dari total asupan harian, Anda dapat menurunkan sekitar 0,5kg dalam seminggu.

Meski mengurangi asupan, penting untuk tetap makan tiga kali sehari. Terutama, protein yang bermanfaat untuk membangun dan mempertahankan otot perlu dikonsumsi dari daging, telur, ikan, tahu, dan lainnya. Penting juga untuk mengonsumsi sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Sayuran memiliki kalori rendah sehingga dapat dikonsumsi tanpa beban, sambil memberikan manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kelelahan, dan meredakan sembelit.

Selain mengelola pola makan, meningkatkan aktivitas fisik juga penting. Cara paling efektif untuk membakar kalori adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, dan berenang, yang juga membantu menghilangkan lemak tubuh. Olahraga yang teratur dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, memperlambat penuaan, dan membuat kulit lebih bersih.

×