Tumbler hanya dibilas air? Jika bagian ini tidak dibersihkan, bisa jadi sarang bakteri

| masukan:

Pada tumbler, bagian yang lebih mudah menyisakan kelembapan dan sisa minuman dibanding bodinya adalah sisi dalam tutup dan karet paking, sehingga perlu dibongkar dan dicuci secara berkala. Foto=dibuat oleh GPT

Banyak orang memakai tumbler setiap hari, tetapi hanya membilasnya dengan air atau mencucinya sekadarnya lalu selesai. Padahal, dibanding bodi, sisi dalam tutup dan karet paking lebih mudah menyisakan kelembapan serta sisa minuman. Karena itu, kebersihan pada bagian ini justru perlu mendapat perhatian lebih.

Bagian yang paling rawan jadi sarang bakteri...mulai dengan melepas karet paking

Bagian yang paling mudah terkontaminasi pada tumbler adalah karet paking di sisi dalam tutup dan area sekitar lubang minum. Struktur di area ini mudah menahan kelembapan dan sisa minuman, sehingga dapat membentuk lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Jika mencuci tanpa melepas paking, kotoran kerap tertinggal di celah-celah yang tidak terlihat.

Para ahli menyarankan setidaknya 1 kali per minggu melepas karet paking sepenuhnya untuk dicuci. Sikat kecil khusus atau sikat gigi berbulu lembut dapat membantu mengangkat kotoran di sela-sela. Terutama bagi orang yang sering mengisi susu, minuman protein, atau kopi tinggi gula, pencucian menyeluruh sebaiknya dilakukan setiap hari.

Foto=dibuat oleh GPT

Cukup disiram air panas saja?...Mencuci dengan sabun cuci piring tetap dasar

Banyak orang mengira pembersihan selesai hanya dengan membilas air panas, tetapi sisa minyak dan gula bisa saja masih tertinggal. Kopi, latte, dan minuman protein mengandung komponen lemak dan protein sehingga sulit dihilangkan sepenuhnya hanya dengan air.

Para ahli menyarankan setelah digunakan, cuci bodi, tutup, dan paking bersama-sama menggunakan sabun cuci piring netral. Untuk tumbler stainless steel, baking soda dapat membantu menghilangkan bau, tetapi pemutih berbasis klorin sebaiknya tidak digunakan karena dapat memicu korosi pada logam. Setelah dicuci, pastikan tidak ada air tersisa dan keringkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

Meski hanya minum air pun jangan lengah...kalau ditutup saat masih basah, risiko jamur

Meski mudah mengira tumbler yang hanya diisi air mineral aman, jika tutup dibiarkan tertutup saat masih lembap, lingkungan yang memudahkan mikroorganisme berkembang biak dapat terbentuk. Terutama pada musim panas, suhu dan kelembapan yang tinggi membuat masalah bau dan jamur lebih mudah muncul.

Para ahli menyarankan setelah dicuci, pisahkan tutup dan bodi, keringkan sepenuhnya, lalu rakit kembali. Sebaiknya juga hindari membiarkannya dalam keadaan masih lembap di dalam tas atau di dalam kendaraan dalam waktu lama. Jika paking silikon berubah warna atau baunya tidak hilang, menggantinya dengan komponen baru dapat membantu menjaga kebersihan.

Tumbler juga punya masa pakai...perlu cek periode penggantian paking

Bodi stainless steel dapat digunakan lama, tetapi paking silikon dan komponen lubang minum pada dasarnya termasuk barang habis pakai. Pasalnya, akibat pencucian berulang dan paparan panas, elastisitasnya menurun dan retakan halus dapat muncul. Jika kotoran menumpuk di celah tersebut, bisa jadi sulit dihilangkan sepenuhnya hanya dengan pencucian.

Para ahli merekomendasikan, jika produsen menyediakan paking pengganti, lakukan pemeriksaan atau penggantian setiap 6 bulan hingga 1 tahun. Kebiasaan merawatnya tetap bersih sama pentingnya dengan memakai tumbler dalam jangka panjang. Untuk barang kebutuhan sehari-hari yang digunakan setiap hari, satu celah kecil saja dapat menentukan kondisi higienitas.

×