Aktris hantu ‘Ring’ yang merangkak keluar dari TV meninggal akibat sepsis pada usia 35 tahun

| masukan:

Penyebab kematian: sepsis akibat meningitis dan infeksi darah

Aktris Daveigh Chase, yang meninggalkan kesan kuat lewat film tahun 2002 'Ring', menghilang dari layar setelah film tahun 2016 'American Romance'. Foto=cuplikan adegan ‘Ring’ / Instagram Daveigh Chase

Aktris Daveigh Chase, yang dikenal luas lewat perannya sebagai hantu gadis dalam film horor ‘Ring’, meninggal dunia pada usia 35 tahun.

Pada 17 (waktu setempat), media hiburan AS, termasuk TMZ, melaporkan Chase meninggal sehari sebelumnya akibat sepsis yang dipicu meningitis dan infeksi darah. Ia disebut sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Los Angeles pada awal bulan ini karena gejala malnutrisi, namun kondisinya memburuk.

Roy Hernandez, kekasih sekaligus wali Chase, menulis di laman penggalangan dana bahwa Chase didiagnosis meningitis dan infeksi darah berat serta berada dalam kondisi kritis. Ia menambahkan, Chase menderita akibat kesulitan masa kecil, konflik dengan keluarga, dan masalah ekonomi.

Chase, kelahiran 1990, meninggalkan kesan kuat lewat film ‘Ring’ pada 2002 dan kemudian meraih penghargaan MTV Movie Awards untuk kategori Penjahat Terbaik. Setelah itu ia mengisi suara Lilo, tokoh utama dalam animasi Disney ‘Lilo & Stitch’, serta terus beraktivitas termasuk berpartisipasi dalam sulih suara versi bahasa Inggris ‘Spirited Away’.

Namun, ia menghilang dari layar setelah film ‘American Romance’ pada 2016. Beberapa bulan sebelum meninggal, sempat beredar rumor bahwa Chase tinggal di kawasan kumuh pusat kota LA.

Sepsis memunculkan gejala seperti demam tinggi di atas 38℃ dan kerusakan organ

Sepsis adalah kondisi ketika infeksi mikroorganisme yang masuk ke tubuh menyebar ke seluruh tubuh dan memicu respons peradangan. Ketika bakteri yang menginfeksi melalui berbagai jalur—seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, ginjal, atau luka pada kulit—masuk ke dalam darah, bakteri itu dengan cepat beredar melalui pembuluh darah dan menyebarkan racun ke seluruh tubuh sehingga mengancam nyawa.

Jika sepsis terjadi, demam tinggi di atas 38℃ akan muncul. Laju napas dan denyut jantung meningkat, dan tekanan darah juga dapat menurun. Semakin gejala berkembang, pasokan darah ke berbagai organ tubuh tidak berjalan lancar sehingga fungsi organ dapat rusak atau jaringan mengalami nekrosis.

Penanganan cepat sangat penting pada sepsis. Pemeriksaan dimulai dari kultur mikrobiologi untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi. Sambil menunggu hasil, pasien menjalani terapi antibiotik. Setelah mikroorganisme penyebab dipastikan, antibiotik yang sesuai diberikan.

Siapa yang harus sangat waspada terhadap sepsis?

Sepsis sangat berbahaya terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah, pasien dengan penyakit penyerta, serta perempuan hamil. Mereka perlu menjaga pola makan seimbang yang mencakup protein seperti tahu, telur, dan daging tanpa lemak berkualitas, buah dan sayur kaya vitamin serta mineral, serta produk susu yang baik untuk kesehatan tulang. Vaksinasi yang tepat sesuai penyakit penyerta dan usia juga penting.

Di Korea, sepsis juga menunjukkan tingkat kematian yang tinggi pada kisaran 35~50%. Jumlah pasien yang meninggal akibat sepsis juga menunjukkan tren meningkat. Menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, angka kematian akibat sepsis meningkat dari 4,3 per 100.000 penduduk pada 2012 menjadi 13,5 pada 2022.

Sementara itu, meningitis adalah penyakit ketika terjadi peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini terjadi ketika virus, bakteri, dan sebagainya masuk ke cairan serebrospinal melalui darah. Jika tidak ditangani dengan cepat, bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan berkembang menjadi sepsis.

×