Anak mendadak lemas setelah cuaca terik? Bisa jadi tanda heatstroke, bukan sekadar kelelahan

| masukan:

Jika kesadaran menurun, muntah, atau kejang, segera hubungi 119; turunkan suhu tubuh dengan air dingin dan handuk basah

Anak-anak memiliki kemampuan mengatur suhu tubuh yang belum matang sehingga bisa lebih cepat mengalami dehidrasi dan hipertermia dibanding orang dewasa. Jika pada hari panas saat beraktivitas di luar ruangan anak menunjukkan sakit kepala, muntah, atau respons yang tampak linglung, itu bisa menjadi tanda awal heatstroke, bukan sekadar kelelahan. Foto=Getty Image Bank
Anak-anak memiliki kemampuan mengatur suhu tubuh yang belum matang sehingga bisa lebih cepat mengalami dehidrasi dan hipertermia dibanding orang dewasa. Jika pada hari panas saat beraktivitas di luar ruangan anak menunjukkan sakit kepala, muntah, atau respons yang tampak linglung, itu bisa menjadi tanda awal heatstroke, bukan sekadar kelelahan. Foto=Getty Image Bank

Suhu pada siang hari terus bertahan di kisaran sekitar 30 derajat. Menjelang puncak musim panas, risiko gangguan akibat panas—seperti heatstroke dan kelelahan panas—ikut meningkat. Anak-anak yang banyak beraktivitas di luar ruangan, khususnya, dapat cepat kelelahan dan mengeluhkan sakit kepala atau pusing bila terlalu lama terpapar terik matahari. Karena itu, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan.

Dibanding orang dewasa, anak-anak memiliki fungsi pengaturan suhu tubuh yang belum matang dan fungsi kelenjar keringat yang belum berkembang sepenuhnya. Akibatnya, kemampuan membuang panas melalui keringat lebih rendah. Kemampuan anak untuk menyadari atau mengungkapkan rasa haus maupun kepanasan juga terbatas, sehingga kondisi dapat memburuk lebih cepat.

Jika setelah beraktivitas di luar pada hari panas anak tampak lunglai, bicara pelo, responsnya lambat meski dibangunkan, atau kesulitan berjalan dan menunjukkan perilaku tidak biasa, orang tua perlu mencurigai heatstroke. Kejang, muntah berulang, serta kulit yang terasa terlalu panas atau tampak pucat juga termasuk tanda bahaya.

Han Sang-soo, profesor di Departemen Kedokteran Gawat Darurat Rumah Sakit Bucheon Universitas Soonchunhyang, menegaskan, “Heatstroke adalah kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa.” Ia menambahkan, “Jika gejala seperti di atas muncul, segera laporkan ke 119 dan pindahkan anak ke tempat teduh atau lokasi yang sejuk, lalu turunkan suhu tubuh secepat mungkin dengan air dingin atau handuk yang dibasahi air dingin.”

Para ahli mengingatkan, tidak sedikit orang tua yang menunggu sambil berpikir, ‘nanti juga membaik kalau istirahat sebentar’, sehingga kehilangan waktu penanganan. Pada heatstroke, kecepatan menurunkan suhu tubuh menentukan prognosis. Semakin cepat pendinginan dilakukan, semakin besar penurunan risiko kerusakan otak dan kegagalan multi-organ. Kegagalan multi-organ adalah kondisi ketika berbagai organ—seperti otak, jantung, ginjal, hati, dan paru-paru—mengalami kerusakan berantai sehingga tidak dapat berfungsi normal.

Heatstroke merupakan kegawatdaruratan dengan tingkat sangat tinggi. Kondisi ini dapat membuat suhu inti tubuh naik hingga 40℃ atau lebih dan menyebabkan sistem pengaturan suhu tubuh kolaps, sehingga memicu penurunan kesadaran, kejang, serta kelainan sistem saraf pusat disertai kerusakan multi-organ. Ada pula laporan bahwa pada kelompok pasien berat, angka kematian melampaui 50%. Karena itu, pengenalan dini dan respons awal yang cepat menjadi hal terpenting.

Untuk mencegah gangguan akibat panas, pada hari yang diperkirakan terjadi gelombang panas, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi sebisa mungkin antara pukul 12.00 hingga 17.00. Berdasarkan hasil analisis Sistem Surveilans Ruang Gawat Darurat untuk Penyakit Akibat Panas dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (2013–2022), sekitar 60% pasien gangguan akibat panas pada anak usia 6–13 tahun terjadi di ruang luar seperti lapangan olahraga atau taman, dan sekitar separuhnya terjadi antara pukul 12.00 hingga 17.00.

Khususnya, suhu di dalam kendaraan dapat meningkat tajam dalam waktu singkat, sehingga anak tidak boleh ditinggalkan sendirian di dalam mobil. Jika aktivitas luar ruangan tidak dapat dihindari, anak dianjurkan untuk sering minum air dan mengenakan pakaian longgar yang berventilasi baik serta topi. Namun, perlu diwaspadai bahwa memaksa anak dengan kesadaran menurun untuk minum dapat membuat cairan masuk ke saluran napas dan memicu pneumonia aspirasi atau tersedak.

×