“Lho, ereksi pagi tidak muncul”... apakah karena darah mengental dan pembuluh darah rusak?

| masukan:

Kekakuan penis menurun dan ereksi terasa kurang memuaskan... stres, depresi, serta andropause ikut berpengaruh

Pada dini hari, darah bisa menjadi lebih kental sehingga penyakit pembuluh darah dapat memburuk. Masalah ereksi pada pria juga sebagian berkaitan dengan hal ini. Foto=Clipart Korea
Pada dini hari, darah bisa menjadi lebih kental sehingga penyakit pembuluh darah dapat memburuk. Masalah ereksi pada pria juga sebagian berkaitan dengan hal ini. Foto=Clipart Korea

Ereksi adalah kondisi ketika penis pria membesar dan mengeras hingga tegak. Ereksi berlangsung baik bila darah dan pembuluh darah dalam kondisi sehat. Rangsangan seksual mengaktifkan saraf parasimpatis, yang kemudian melebarkan pembuluh darah (arteri) pada penis dan meningkatkan volume darah. Agar ereksi terjadi dengan baik, volume darah di dalam korpus kavernosum penis harus meningkat dan alirannya harus lancar. Pria yang sehat mengalami ereksi pada pagi hari. Namun, bila muncul penyakit seperti stroke (infark serebral-perdarahan otak) atau penyakit jantung, kekakuan penis dapat menurun atau terjadi disfungsi ereksi.

Minum obat disfungsi ereksi sembarangan?...alasan mengapa sangat berbahaya

Data dari Korean Urological Association dan sumber lainnya menunjukkan, hiperlipidemia (dislipidemia), diabetes, hipertensi, obesitas, depresi, atau penyakit prostat dapat membuat ereksi tidak terjadi dengan baik. Terutama, bila ada kelainan pada pembuluh darah jantung, prevalensi disfungsi ereksi meningkat hingga 4 kali lipat. Dalam kondisi seperti ini, meminum obat ereksi yang diberikan teman tanpa resep dokter dapat berbahaya karena pelebaran pembuluh darah bisa terjadi secara mendadak. Jika ereksi yang tidak memuaskan terus berlanjut, menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dinilai lebih aman daripada bergantung pada obat disfungsi ereksi.

Jika kekakuan penis menurun dan ereksi tidak memuaskan…stres, depresi, serta andropause juga berpengaruh

Ereksi merupakan respons fisiologis kompleks yang melibatkan pembuluh darah, sistem endokrin, dan sistem saraf secara terpadu. Penyebab disfungsi ereksi pun beragam. Selain masalah pembuluh darah, faktor psikologis seperti stres dan depresi juga berpengaruh. Pada pria paruh baya, bila gejala andropause berat, fungsi ereksi menurun. Jika ada hiperlipidemia, diabetes, atau hipertensi, pembuluh darah dapat menyempit dan mengeras sehingga muncul aterosklerosis. Bila aliran darah yang masuk ke penis tidak lancar, dapat terjadi disfungsi ereksi arteriogenik. Ada pula disfungsi ereksi kavernosal, ketika darah yang sudah masuk ke dalam penis tidak dapat “terkunci” dan dipertahankan.

Apakah saya mengalami gangguan ereksi?...kapan perlu pemeriksaan

Bila gangguan ereksi muncul pada lebih dari 50% dari total frekuensi hubungan seksual dan kondisi ini berlangsung lebih dari 6 bulan, maka pemeriksaan perlu dilakukan. Penyebab psikologis, kelainan fisik, serta ada tidaknya penyakit harus dinilai terlebih dahulu. Kadar gula darah, kolesterol, berbagai kadar lemak dalam darah, serta kadar hormon pria diukur. Setiap pemeriksaan dapat dilakukan secara tepat sesuai kondisi masing-masing pasien dan pertimbangan dokter yang menangani. Selain penyakit pembuluh darah, kelainan sistem saraf pusat seperti penyakit Parkinson, maupun kelainan saraf perifer seperti defisiensi vitamin, juga dapat menimbulkan masalah pada saraf yang mengendalikan ereksi.

Lewat pola makan dan olahraga...mulai dari pencegahan-pengelolaan penyakit dasar terlebih dahulu

Jika muncul masalah ereksi, kebiasaan hidup perlu ditinjau terlebih dahulu. Periksa apakah ada faktor seperti usia, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, hiperlipidemia, diabetes, hipertensi, depresi, atau penyakit prostat, lalu perbaiki pola makan dan rutin berolahraga. Terutama, penyakit kardiovaskular sangat berbahaya sehingga pengobatan harus dipercepat. Merokok adalah yang terburuk bagi kesehatan pembuluh darah. Ini karena bukan hanya disfungsi ereksi yang menjadi masalah, tetapi juga dapat merusak pembuluh darah jantung dan otak. Berhenti merokok sepenuhnya dan kurangi konsumsi alkohol. Obat disfungsi ereksi memerlukan resep dokter, dan orang dengan penyakit jantung harus berhati-hati.

×