Rumah Sakit W Daegu sukses membawa APFSRM 2030 ke Korea, ‘Asian Games-nya bedah mikro’

| masukan:

Pencapaian yang tidak lazim bagi rumah sakit umum swasta daerah… mengangkat pamor layanan medis Korea

Tim pengusung ‘APFSRM 2030’ meneriakkan yel penyemangat pada Sidang Umum APFSRM ke-7 yang digelar pada 17 April. (Dari kiri: Prof. Hong Jun-pyo, Departemen Bedah Plastik, Rumah Sakit Asan Seoul; Direktur Rumah Sakit Woo Sang-hyun, Rumah Sakit W; Prof. Kim Kwang-seok, Departemen Bedah Plastik, Rumah Sakit Universitas Nasional Chonnam; Kepala Pusat Kim Young-woo, Pusat Ortopedi Sendi & Trauma, Rumah Sakit W. Foto=Rumah Sakit W)
Tim pengusung ‘APFSRM 2030’ meneriakkan yel penyemangat pada Sidang Umum APFSRM ke-7 yang digelar pada 17 April. (Dari kiri: Prof. Hong Jun-pyo, Departemen Bedah Plastik, Rumah Sakit Asan Seoul; Direktur Rumah Sakit Woo Sang-hyun, Rumah Sakit W; Prof. Kim Kwang-seok, Departemen Bedah Plastik, Rumah Sakit Universitas Nasional Chonnam; Kepala Pusat Kim Young-woo, Pusat Ortopedi Sendi & Trauma, Rumah Sakit W. Foto=Rumah Sakit W)

Didukung bulat pada kongres di Bali, Indonesia… akan digelar di Gyeongju pada tahun 2030

Rumah Sakit W (direktur: Woo Sang-hyun), yang dikenal sebagai salah satu otoritas terkemuka di bidang bedah mikro di Korea, menorehkan capaian besar dengan berhasil membawa kongres akademik internasional berskala besar yang dijuluki ‘Asian Games-nya bedah mikro’ ke Korea.

Rumah Sakit W menyampaikan bahwa pada Sidang Umum ke-7 Asia Pacific Federation of Societies for Reconstructive Microsurgery (APFSRM) yang berlangsung pada tanggal 17 di Bali, Indonesia, mereka berhasil mengungguli negara-negara pesaing dan memperoleh dukungan bulat untuk menjadi tuan rumah kongres tahun 2030.

“Terobosan” rumah sakit swasta daerah, terbukti di panggung internasional

Keberhasilan ini menarik perhatian besar di kalangan medis karena mematahkan pola lama yang biasanya didominasi oleh negara atau rumah sakit universitas besar, dan justru menunjukkan bahwa rumah sakit umum swasta daerah mampu tampil di garis depan.

APFSRM yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali merupakan ajang internasional bergengsi yang mempertemukan sekitar 1.000 pakar dari lebih dari 30 negara untuk berbagi perkembangan terbaru dalam bedah mikro rekonstruktif. Kongres tahun 2030 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 23–25 Mei 2030, di Hwabaek Convention Center (HICO), Gyeongju.

Direktur Rumah Sakit W Woo Sang-hyun memaparkan alasan kuat mengapa Korea layak menjadi tuan rumah APFSRM 2030 pada APFSRM ke-7 (Federasi Asia-Pasifik Perhimpunan Bedah Mikro Rekonstruktif) yang digelar di Bali, Indonesia. Foto=Rumah Sakit W
Direktur Rumah Sakit W Woo Sang-hyun memaparkan alasan kuat mengapa Korea layak menjadi tuan rumah APFSRM 2030 pada APFSRM ke-7 (Federasi Asia-Pasifik Perhimpunan Bedah Mikro Rekonstruktif) yang digelar di Bali, Indonesia. Foto=Rumah Sakit W

Kegigihan Direktur Woo Sang-hyun dan sinergi layanan medis Korea

Tokoh kunci di balik keberhasilan pengajuan ini adalah Direktur Rumah Sakit W Woo Sang-hyun, yang menjabat sebagai ketua komite pengusung. Di Bali, Direktur Woo secara aktif memaparkan kepada delegasi tiap negara capaian klinis unggulan bedah mikro Korea serta daya tarik budaya Gyeongju sebagai kota tuan rumah, sehingga berhasil meraih dukungan para pemilih.

Selain itu, dukungan penuh dari kalangan akademik terkait—berpusat pada Korean Society for Microsurgery, bersama Korean Society for Surgery of the Hand, Korean Society for Peripheral Nerve Surgery, Korean Society of Plastic and Reconstructive Surgeons, dan Korean Orthopaedic Association—serta kerja sama administratif dari Korea Tourism Organization dan Pemerintah Kota Gyeongju, dinilai menunjukkan kekuatan ‘satu tim’ yang solid.

Direktur Woo Sang-hyun menyampaikan, “Ini adalah hasil simbolis yang menunjukkan bahwa rumah sakit umum swasta daerah pun sepenuhnya mampu memimpin kongres dunia,” seraya menambahkan, “Keberhasilan ini tercapai karena kami menembus prasangka dan hambatan yang ada, serta karena berpaduannya semangat komunitas medis dengan tekad dukungan kuat dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.”

Pada 2030, ‘Gyeongju’ akan menjadi pusat bedah mikro dunia

Bedah mikro adalah bidang operasi dengan tingkat kesulitan tinggi, seperti penyambungan kembali jari yang terputus serta penyambungan pembuluh darah dan saraf yang sangat kecil. Melalui keberhasilan menjadi tuan rumah kongres ini, Korea—khususnya wilayah Gyeongbuk—diharapkan dapat memperkenalkan tingkat kemampuan bedah mikronya kepada dunia, sekaligus berkontribusi besar pada pengembangan industri terkait dan penguatan pariwisata.

Rumah Sakit W, yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan sebagai rumah sakit spesialis replantasi dan penyambungan tangan, berencana menjadikan keberhasilan ini sebagai pijakan untuk memulai persiapan penuh demi penyelenggaraan kongres 2030 yang sukses.

×