"Aku tidak tahu, bau mulut yang buruk"... Ternyata karena terlalu banyak makan 'ini'?

| masukan:

Jika bau mulut yang tidak bisa diatasi dengan menyikat gigi dan berkumur terus berlanjut, bisa jadi ada kelebihan protein. Foto=Getty Images Bank

Protein adalah nutrisi yang penting untuk menjaga otot, kulit, dan sistem kekebalan tubuh. Baru-baru ini, kesadaran bahwa 'suplementasi protein' adalah hal yang penting telah meningkat seiring dengan tren olahraga. Namun, jika asupan protein melebihi kebutuhan, justru bisa menjadi beban bagi tubuh. Ini adalah alasan mengapa di antara orang-orang yang mengalami kelelahan, ketidaknyamanan pencernaan, dan bau mulut yang buruk, muncul pertanyaan 'apakah ini karena protein?'. Mari kita lihat sinyal yang dikirimkan tubuh saat terjadi kelebihan konsumsi.

Ketidaknyamanan pencernaan dan kembung, usus yang bereaksi lebih dulu

Jika asupan protein tiba-tiba meningkat, lambung dan usus adalah yang pertama merasakan beban. Rasa kembung, peningkatan gas, serta sembelit atau diare bisa terjadi berulang kali. Terutama, pola makan yang berfokus pada daging dan suplemen protein dapat menyebabkan ketidaknyamanan karena sekresi enzim pencernaan tidak dapat mengikuti. Jika Anda merasa lebih sering mengalami ketidaknyamanan di perut dibandingkan biasanya, Anda perlu memeriksa tidak hanya jumlah makanan yang dikonsumsi tetapi juga kecepatan dan kombinasi asupan. Jika asupan serat dan cairan juga kurang, gejala akan semakin parah.

Jika bau mulut semakin parah, itu adalah 'sinyal kelebihan protein'

Ketika protein dikonsumsi secara berlebihan, jumlah produk sampingan nitrogen meningkat selama proses pemecahan asam amino. Hal ini dapat menyebabkan bau yang mirip amonia menjadi lebih kuat dan muncul sebagai bau mulut. Semakin sedikit asupan air, semakin jelas baunya. Jika bau mulut yang tidak bisa diatasi dengan menyikat gigi dan berkumur terus berlanjut, bisa jadi ada kelebihan protein. Ini terutama umum terjadi pada pola makan rendah karbohidrat dan tinggi protein.

Kelelahan dan sakit kepala, peringatan dari ginjal

Metabolisme protein mengeluarkan limbah melalui ginjal. Jika asupan berlebihan terus berlanjut, beban pada ginjal akan meningkat dan dapat muncul sebagai kelelahan, sakit kepala, dan perasaan berat di tubuh. Bagi mereka yang sudah memiliki fungsi ginjal yang lemah atau asupan cairan yang rendah, gejala akan muncul lebih cepat. Perasaan 'saya mengonsumsi suplemen tetapi kondisi saya semakin buruk' juga merupakan salah satu sinyal kelebihan. Jika ini terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang lama, perlu perhatian kesehatan.

Stagnasi berat badan dan peningkatan lemak, jebakan diet

Protein memberikan rasa kenyang, tetapi kalori tetap ada. Protein yang melebihi kebutuhan pada akhirnya dapat diubah menjadi energi dan disimpan sebagai lemak. Terutama, kalori dari gula dan lemak yang terkandung dalam protein bar dan shake bisa cukup signifikan. Jika berat badan tidak turun atau malah meningkat, Anda perlu menghitung kembali total asupan. Rumus bahwa protein tinggi menguntungkan untuk diet tidak berlaku.

Periksa juga sinyal masalah kulit dan dehidrasi

Ketika metabolisme protein meningkat, konsumsi cairan dalam tubuh juga meningkat. Jika tidak cukup minum air, kulit kering, pengelupasan, dan masalah kulit akan muncul lebih dulu. Jika kulit terasa lebih kencang dari biasanya atau jerawat semakin sering muncul, ini adalah saat yang tepat untuk memeriksa keseimbangan diet. Semakin banyak protein yang Anda konsumsi, semakin penting untuk mempertimbangkan asupan cairan dan mineral. Kulit adalah yang paling cepat menunjukkan sinyal kelebihan nutrisi.

Protein bukanlah 'nutrisi yang harus dimakan dalam jumlah banyak', tetapi nutrisi yang harus dikonsumsi dengan tepat. Asupan harus disesuaikan dengan berat badan, tingkat aktivitas, usia, dan kondisi kesehatan. Mendengarkan perubahan kecil yang dikirimkan tubuh adalah kriteria terpenting dalam konsumsi protein.

×