
Aktor Kim Do-hoon menunjukkan kasih sayang yang luar biasa terhadap telur.
Baru-baru ini, Kim Do-hoon muncul di program hiburan SBS 'Whenever Possible'. Kim Do-hoon menunjukkan dirinya sebagai 'penggemar telur' yang lebih serius daripada siapa pun. Kim Do-hoon mengatakan, "Saya makan 15 butir telur sehari" dan "Saya bisa memasak telur goreng setengah matang dan matang secara bergantian," katanya. Telur yang dianggap sebagai makanan yang baik untuk kesehatan, apakah aman untuk makan lebih dari 10 butir sehari seperti Kim Do-hoon?
Telur yang baik untuk tubuh, Berapa asupan protein yang dianjurkan per hari??
Telur kaya akan protein. Protein membantu sintesis dan pemeliharaan otot serta meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi 2 butir telur sehari, kita dapat memenuhi sekitar 20% dari asupan yang dianjurkan. Selain protein, telur juga kaya akan vitamin B12 yang melindungi sel saraf dan mengurangi homosistein yang berdampak buruk pada jantung. Telur juga mengandung selenium, mineral antioksidan yang mengurangi oksidasi dalam tubuh.
Namun, mengonsumsi terlalu banyak makanan protein seperti telur dapat menyebabkan efek samping. Menurut data dari Pusat Pengendalian Penyakit, protein yang dibutuhkan adalah 0,8-1,2g per kg berat badan. Untuk tinggi 160cm dan berat 52kg, asupan protein yang dianjurkan adalah antara 42-62g. Mengonsumsi 2 butir telur sehari (14-16g), serta kacang, tahu, dan daging tanpa lemak sudah cukup untuk memenuhi asupan yang dianjurkan.
Asupan protein berlebihan, Apa dampaknya??
Protein yang melebihi kebutuhan akan menyebabkan banyak kalsium dikeluarkan melalui urin. Protein hewani memiliki dampak yang lebih besar terhadap pengeluaran kalsium dibandingkan protein nabati seperti kacang. Jika kalsium terus keluar dari tubuh, tulang akan menjadi lemah.
Juga perlu diperhatikan bahwa hanya mengonsumsi banyak protein tanpa olahraga dapat berbahaya. Proses di mana protein yang tersisa di tubuh menumpuk menjadi kalori atau lemak tubuh menghasilkan limbah nitrogen. Ini dapat berubah menjadi amonia yang dapat merusak ginjal.
Risiko gout juga meningkat. Gout adalah penyakit yang ditandai dengan rasa sakit yang sangat parah seperti teriris. Gout disebabkan oleh asam urat yang banyak terkandung dalam makanan protein. Kebiasaan makan yang mengonsumsi telur berlebihan serta alkohol dan daging dapat meningkatkan risiko gout. Mengonsumsi alkohol dapat menghambat pengeluaran asam urat sehingga menumpuk dalam tubuh.
Orang yang sudah memiliki kesehatan ginjal yang buruk harus berhati-hati dengan asupan protein dan kalium. Penderita penyakit ginjal kronis harus mengurangi asupan protein untuk mengurangi zat beracun. Namun, perlu untuk cukup mengganti kalori dengan makanan lain selain protein. Penderita diabetes, batu empedu, dan hiperlipidemia juga disarankan untuk mengonsumsi telur dalam jumlah yang tepat. Terutama bagi penderita batu empedu, lemak dalam kuning telur dapat memicu kontraksi kantong empedu dan memperburuk gejala.
