Rambut tak kunjung tumbuh meski sudah terapi kebotakan…muncul peluang baru dari komponen tali pusat

| masukan:

Kim Ji-seok, direktur Mammoth Hairline Clinic, memaparkan uji klinis pada 500 orang…membuka peluang perbaikan untuk kebotakan yang sulit diobati

Sebagian orang tidak merasakan efek berarti meski sudah menjalani terapi kebotakan yang mahal. Foto=Getty Image Bank

Tak sedikit orang yang tetap tidak merasakan manfaat meski sudah mengeluarkan banyak uang untuk menjalani perawatan kebotakan.

Meski rutin minum obat atau mengoleskan obat, rambut tetap terasa terus rontok. Ingin menjalani transplantasi rambut, tetapi biayanya terlalu mahal. Ada juga yang sejak awal tidak bisa menjalani transplantasi karena elastisitas atau ketebalan kulit kepala.

Bagi pasien kebotakan seperti ini, harapan baru muncul. Hasil uji klinis yang mengindikasikan peluang terapi regeneratif baru bagi pasien kebotakan yang sulit diobati—yang tidak merespons metode pengobatan yang ada—telah dipublikasikan.

Regenerasi rambut dengan komponen tali pusat

Kim Ji-seok, direktur Mammoth Hairline Clinic yang tergabung dalam Asian Follicular Unit Extraction Association (FUE ASUA), mengatakan ia baru-baru ini menjalankan uji klinis “terapi sel punca yang berasal dari membran umbilikus”.

Tim riset yang dipimpin Kim menyebut pemanfaatan bahan bernama “PTT-6” dapat membantu pemulihan rambut pada sebagian pasien.

PTT-6 merupakan zat yang terdapat pada membran umbilikus (jaringan tipis yang menyelimuti tali pusat). Membran umbilikus diketahui memiliki kandungan sel punca tertinggi di antara sel-sel tubuh manusia. Jika diekstraksi secara murni tanpa kerusakan kimia, bahan ini dapat menjadi material kunci untuk terapi regeneratif.

PTT-6 mengandung berbagai komponen bermanfaat yang dilepaskan sel. Di antaranya protein yang membantu pertumbuhan sel dan pemulihan jaringan, serta faktor pertumbuhan yang memperbaiki kerusakan jaringan.

Tim peneliti menilai pemanfaatan ini juga berpotensi meregenerasi rambut. Mereka terutama menargetkan penerapannya pada pasien berat yang mengalami kebotakan sulit diobati setelah terapi antikanker, atau pada pasien yang tidak merespons metode pengobatan yang ada.

Hasil uji klinis positif…jumlah sesi terapi juga berkurang

Uji klinis yang diikuti sekitar 500 pasien berlangsung selama 1 tahun 6 bulan. Hasilnya, lebih dari 70% pasien yang menerima terapi dengan PTT-6 menunjukkan perbaikan kebotakan hingga dapat dipastikan secara kasatmata.

Pada Mei lalu, Kim Ji-seok memaparkan efek terapi yang memanfaatkan “PTT-6” dalam konferensi Korean Society for Laser Skin & Hair. Foto=Key&Stone

Yang terpenting, efisiensi terapi meningkat. Terapi regenerasi untuk kebotakan biasanya dilakukan sekali tiap 2 minggu, total 6–12 kali tindakan. Namun, dalam uji klinis ini, efek yang sama atau lebih baik terkonfirmasi hanya dengan tindakan 1 kali per bulan, total 3 kali (rata-rata). Penilaian menyebut hal ini dapat sangat mengurangi kelelahan pasien.

Kim Ji-seok mengatakan, “Terapi yang memanfaatkan PTT-6 memiliki ciri khas berupa rekonstruksi total lingkungan regenerasi jaringan pada kulit kepala,” lalu menambahkan, “Kami dapat memaksimalkan efisiensi terapi dengan mengombinasikannya dengan perangkat medis Korea yang telah sangat maju.”

Hasil penelitian ini dipresentasikan pada 3 Mei lalu dalam “Konferensi Ilmiah Internasional Musim Semi Korean Society for Laser Skin & Hair”.

×