
Setiap Hari Tahun Baru, ada tempat-tempat tertentu yang selalu dipadati orang. Alasannya, tempat itu punya makna simbolis sebagai lokasi terbitnya matahari paling awal, dan hanya dengan satu foto saja sudah bisa menandai “awal tahun yang baru”. Belakangan, perjalanan berburu matahari terbit tidak lagi sekadar melihat matahari. Poin utamanya adalah mengabadikan foto bukti kunjungan yang berkesan, sekaligus menangkap suasana Tahun Baru. Spot-spot matahari terbit yang banjir foto bukti kunjungan memang punya alasan kuat mengapa begitu populer.
Jeongdongjin ㅡ spot matahari terbit yang muncul tepat di depan
Jeongdongjin di Gangneung, Provinsi Gangwon, dikenal sebagai lokasi dengan komposisi foto matahari terbit yang seolah sudah “jadi”. Garis cakrawala laut, rel kereta, dan hamparan pasir masuk dalam satu bingkai, dengan matahari terbit tepat di depan. Hampir tidak ada struktur yang menghalangi pandangan, sehingga seluruh proses matahari terbit dapat dinikmati dengan jelas, hingga momen perubahan warna langit pun terekam alami. Untuk foto bukti kunjungan, komposisi yang stabil adalah menempatkan rel di bagian bawah dan garis cakrawala di tengah; kualitas foto biasanya paling baik saat cahaya fajar kemerahan masih tersisa sebelum matahari sepenuhnya terbit. Setelah melihat matahari terbit, rencana pagi yang mengalir alami adalah melanjutkan ke Pantai Anmok, Jalan Kopi Gangneung, hingga gang Sundubu Chodang.

Homigot ㅡ menyambut Tahun Baru di antara patung “Tangan untuk Hidup Berdampingan”
Homigot di Pohang, Provinsi Gyeongbuk, adalah tempat dengan simbolisme “matahari pertama di Tahun Baru” yang paling kuat. Karena matahari terbit di antara patung “Tangan untuk Hidup Berdampingan” di atas laut, foto bukti kunjungan bisa tercipta tanpa perlu banyak pengaturan. Momen ketika matahari tepat berada di antara kedua tangan berlangsung singkat, jadi penting untuk menentukan posisi sejak awal. Untuk foto orang, memotret dengan gaya siluet berlatar patung tangan akan membuat suasananya lebih hidup. Setelah matahari terbit, Anda bisa berpindah ke Pelabuhan Guryongpo untuk melihat pemandangan pelabuhan, lalu memulai pagi ala Pohang dengan gwamegi atau mulhoe.
Seongsan Ilchulbong ㅡ matahari terbit dari balik kawah
Seongsan Ilchulbong di Seogwipo, Jeju, terasa istimewa karena menawarkan pengalaman “melihat matahari terbit dari atas”. Matahari muncul dari balik kawah, berpadu dengan kabut laut dan cahaya kemerahan sehingga menciptakan pemandangan yang berlapis dan dramatis. Jika pagar pembatas puncak dimasukkan sebagai bagian bingkai foto, kesan ketinggian dan suasana lokasi akan lebih terasa. Dibanding setelah matahari sepenuhnya terbit, fase awal ketika tepi kawah mulai tersapu warna biasanya menghasilkan foto yang lebih matang. Setelah turun, hangatkan tubuh dengan bubur abalon atau sup hangover di area Seongsanpo, lalu lanjutkan agenda pagi yang cocok ke Seopjikoji atau Pantai Gwangchigi.

Ganjeolgok ㅡ menikmati matahari terbit dengan nyaman di ruang pandang yang luas
Ganjeolgok di Ulju, Ulsan, hampir tidak memiliki elemen yang menghalangi pandangan, sehingga seluruh garis cakrawala terlihat jelas dalam sekali pandang. Anda bisa menikmati dengan santai proses sekitar yang perlahan menjadi terang saat matahari terbit—lebih dekat dengan “menyambut matahari terbit dengan nyaman”. Untuk foto bukti kunjungan, komposisi panorama dengan porsi langit yang lebih besar sangat cocok; jika ada orang, letakkan kecil di bagian bawah layar agar lanskapnya lebih menonjol. Karena kontur tanahnya landai, kunjungan keluarga pun relatif tidak merepotkan. Setelah matahari terbit, Anda bisa berjalan santai di pesisir atau menuju pusat kota Ulsan untuk memulai hari dengan brunch atau gukbap.
Chuam Chotdaebawi ㅡ tempat dengan kualitas foto matahari terbit paling maksimal
Chotdaebawi di Chuam, Donghae, Provinsi Gangwon, sering disebut sebagai lokasi dengan hasil foto matahari terbit yang paling “pasti” bagus. Siluet batu Chotdaebawi dan matahari membentuk kontras kuat, menciptakan adegan yang mengesankan dalam waktu singkat. Untuk foto bukti kunjungan, letakkan batu sebagai elemen utama di depan dan posisikan matahari lebih kecil agar nuansa dramatisnya muncul. Jika memotret dari dek observasi, ombak dan tebing juga bisa ikut terekam sehingga adegannya terasa lebih kaya. Setelah matahari terbit, Anda dapat menuju Pelabuhan Mukho atau pusat kota Donghae untuk menikmati sarapan mengenyangkan seperti ikan bakar atau sup ikan kod.