Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu buka Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok: pasien tak perlu lagi berpindah-pindah poli

| masukan:

Poli, pemeriksaan, terapi, hingga layanan rumah sakit dalam satu sistem: kolaborasi multidisiplin, layanan satu pintu, dan kerja sama Nowon–Uijeongbu

Para peserta berfoto bersama pada acara peresmian pembukaan ‘Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok’ yang digelar di Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu pada 3 September. Dari baris depan, ketiga dari kiri: Direktur Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok Song Byung-joo, Direktur Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu Song Hyun, Ketua Eulji Foundation Park Jun-young, dan Direktur Eulji University Medical Center Yoo Tak-geun. Foto=Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu

Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu menyiapkan sistem layanan kanker terintegrasi untuk mengurangi beban pasien yang selama ini harus mengatur sendiri jadwal berbagai poli dan pemeriksaan setelah didiagnosis kanker.

Rumah sakit itu pada 3 September mengumumkan peresmian ‘Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok’, yang menggabungkan kolaborasi multidisiplin, layanan fast track, layanan satu pintu, serta kerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Eulji Nowon.

Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok memberikan layanan dengan berfokus pada lima pusat berdasarkan jenis kanker—kanker payudara, kanker paru-paru·esofagus, kanker ginekologi, kanker tiroid, dan kanker saluran cerna—serta onkologi medik. Dengan menambahkan layanan silang, yakni tenaga medis urologi dari Rumah Sakit Universitas Eulji Nowon memeriksa pasien di Uijeongbu, rumah sakit ini menangani total enam jenis kanker termasuk kanker urologi.

Jumlah tenaga medis 16 orang, dan layanan rawat jalan tersedia 31 sesi per pekan. Rumah sakit berencana memperluas jenis dan cakupan layanan kanker secara bertahap dengan meninjau kebutuhan pasien dan hasil operasional.

Agar tidak perlu mendatangi banyak poli secara terpisah⋯para spesialis membahas arah terapi bersama

Terapi kanker tidak hanya membutuhkan operasi. Kemoterapi, radioterapi, pemeriksaan pencitraan, diagnosis patologi, dan berbagai bidang lain terlibat bersama, dan urutan terapi juga berubah sesuai kondisi pasien.

Untuk menyatukan proses tersebut, Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok menitikberatkan layanan kolaborasi multidisiplin (MDT·Multidisciplinary Team). Dalam skema ini, para spesialis dari berbagai departemen menelaah bersama hasil pemeriksaan dan kondisi seorang pasien, lalu membahas metode serta urutan terapi.

Sesi kolaborasi multidisiplin dijadwalkan pada hari kerja pukul 12.30 hingga 14.00. Pelaksanaannya dilakukan secara berkala, menyesuaikan jumlah pasien per jenis kanker dan jadwal tenaga medis.

Rumah sakit menargetkan rencana terapi yang terpadu bagi pasien yang membutuhkan beberapa jenis penanganan, sekaligus memastikan tahap berikutnya—seperti kemoterapi atau radioterapi setelah operasi—tidak terputus. Rumah sakit menyebutnya sebagai ‘satu tim (ONE TEAM)’.

Dari tahap kecurigaan kanker hingga terapi⋯sediakan hotline khusus dan koordinator

Mengurangi waktu tunggu dan keterputusan yang muncul di antara pemeriksaan dan konsultasi juga menjadi target utama.

Rumah sakit mengoperasikan layanan fast track dan layanan satu pintu yang menghubungkan proses secara cepat—mulai dari pasien yang dicurigai kanker atau sudah didiagnosis, menjalani pemeriksaan dan konsultasi spesialis, kolaborasi multidisiplin, penetapan keputusan terapi, hingga masuk ke tindakan terapi yang sebenarnya.

Rumah sakit juga menyediakan hotline khusus rumah sakit kanker dan koordinator khusus bagi pasien yang dirujuk dari fasilitas kesehatan luar. Dengan demikian, alih-alih pasien harus mencari dan menyesuaikan sendiri poli yang diperlukan serta jadwal pemeriksaan, rumah sakit yang menghubungkan tenaga medis, pemeriksaan, dan proses terapi.

Namun, ‘terapi kanker tanpa hambatan’ yang dikedepankan rumah sakit tidak berarti menghapus seluruh waktu tunggu. Maksudnya, rumah sakit berupaya menghubungkan konsultasi dan pemeriksaan yang diperlukan sedapat mungkin tepat waktu, sehingga mengurangi penantian yang tidak perlu atau keterputusan antar-departemen dalam proses dari diagnosis menuju terapi. Rumah sakit menjelaskan proses ini sebagai ‘satu alur (ONE JOURNEY)’.

Menghubungkan Nowon–Uijeongbu⋯mulai layanan silang untuk kanker urologi

Integrasi layanan tidak hanya dilakukan di dalam Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu. Rumah sakit juga menghubungkan tenaga medis dari Rumah Sakit Universitas Eulji Nowon untuk menjalankan kolaborasi antar-rumah sakit dan layanan silang secara bersamaan.

Kedua rumah sakit telah menjalankan prosedur kolaborasi untuk pasien kanker dan proses rujukan layanan sejak Agustus. Mulai 1 September, tenaga medis urologi dari Rumah Sakit Universitas Eulji Nowon mulai memeriksa pasien secara langsung di Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu.

Kolaborasi antar-rumah sakit saat ini berfokus pada kanker hepatobilier-pankreas dan kanker paru-paru. Layanan silang bedah payudara juga sedang didorong. Rencananya, pasien yang sulit ditangani segera di satu rumah sakit atau membutuhkan layanan spesialis bidang lain dapat dialihkan dan ditangani berkelanjutan di dalam Eulji University Medical Center. Rumah sakit menyebutnya sebagai ‘satu hub (ONE HUB)’.

Nama ‘Beomseok’ dari nama pena pendiri, Dr. Park Young-ha⋯“yang terhubung bukan pasien, melainkan rumah sakit”

‘Beomseok’ adalah nama pena mendiang Dr. Park Young-ha, pendiri Eulji Foundation. Pihak rumah sakit menyatakan nama rumah sakit kanker itu memuat makna untuk meneruskan semangat medis Eulji selama 70 tahun, yakni cinta kasih pada manusia dan penghormatan terhadap kehidupan.

Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok mengusung ‘ONE (satu)’ sebagai konsep inti. Konsep itu diwujudkan dalam ONE TEAM (satu tim), ONE JOURNEY (satu alur), ONE HUB (satu hub), dan ONE GOAL (satu tujuan).

Direktur Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok Song Byung-joo mengatakan, “Rumah Sakit Kanker Memorial Beomseok tidak berhenti pada penciptaan ruang baru, melainkan berfokus pada menghubungkan menjadi satu rangkaian proses terapi kanker yang dialami pasien,” seraya menambahkan, “Kami akan membangun sistem layanan kanker di mana bukan pasien yang harus mendatangi berbagai poli dan proses pemeriksaan, melainkan tenaga medis yang diperlukan dan proses layanan terhubung dengan pasien sebagai pusatnya.”

Ia melanjutkan, “Kami akan memantapkan kolaborasi multidisiplin, layanan cepat dan satu pintu, serta keterhubungan layanan Nowon–Uijeongbu sebagai sistem operasional nyata. Sambil terus meninjau hasil operasionalnya, kami akan meningkatkan kemampuan layanan kanker terintegrasi yang berpusat pada pasien secara bertahap,” ujarnya.

Rumah Sakit Universitas Eulji Uijeongbu berencana, setelah peresmian, meninjau kebutuhan layanan dan capaian operasional, lalu memperluas secara bertahap layanan spesialis per jenis kanker serta cakupan kolaborasi antar-kedua rumah sakit.

×