
Lap tangan adalah peralatan dapur yang tidak bisa diabaikan dalam pengelolaan kebersihan. Namun, karena sering terpapar makanan dan kelembapan, jika tidak dikelola dengan baik, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. Terutama jika dibiarkan dalam keadaan lembap terlalu lama atau tidak dicuci secara teratur, akan menimbulkan bau dan noda yang membuatnya sulit digunakan dalam waktu lama. Mari kita lihat cara menggunakan lap tangan yang bersih dan praktis setiap hari.
Apakah merebus dalam air mendidih 100 derajat selama 5 menit dapat menghilangkan bakteri dengan pasti?
Di antara banyak ibu rumah tangga, cara merebus lap tangan dalam panci telah dikenal luas. Ini adalah metode yang telah terbukti efektif dalam disinfeksi. Jika hanya mencuci lap tangan dengan deterjen, bakteri dapat bertahan lebih lama. Jika dibiarkan terlalu lama, jumlahnya bisa meningkat hingga 10.000 kali.
Ini adalah hasil analisis tim penelitian bersama dari Universitas Inha dan Yuhan-Kimberly terhadap lap tangan berbahan katun yang umumnya digunakan di restoran atau rumah, serta lap non-woven yang telah terkonfirmasi steril setelah dibuka. Sebaliknya, setelah disinfeksi dengan merebus dalam air mendidih 100 derajat selama 5 menit, tidak ada bakteri yang terdeteksi pada lap tangan.

Memanaskan dalam microwave selama 2 menit, lebih dari 99% bakteri dihilangkan
Meski melakukan disinfeksi dengan merebus, terkadang jika lap tangan terkena makanan berwarna gelap seperti kimchi, noda mungkin masih tertinggal. Ada kalanya disinfeksi dengan merebus sulit dilakukan. Misalnya, saat merebus lap tangan dalam panci, air bisa meluap, sehingga saat mengurus anak, penggunaan kompor bisa menjadi beban.
Dalam situasi seperti ini, lap tangan dapat dicuci menggunakan microwave. Ketika microwave dihidupkan, uap panas akan meresap di antara serat, memecah bakteri dan kotoran. Baking soda yang bersifat alkali akan menghilangkan sumber bau, dan deterjen dapur akan memisahkan kotoran dan minyak dari serat.
Tim peneliti dari Universitas Florida mengkontaminasi spons dan lap tangan dengan bakteri, virus, dan parasit, kemudian memanaskannya di microwave dengan waktu yang berbeda. Hasilnya, lebih dari 99% bakteri dihilangkan hanya dalam 2 menit penggunaan microwave. E. coli mati hanya dalam 30 detik.
Masukkan lap ke dalam kantong plastik dan tambahkan 2 sendok baking soda
Metodenya juga sederhana. Pertama, cuci bersih dengan deterjen dan masukkan lap tangan yang masih lembap ke dalam kantong plastik. Kemudian, tambahkan 2 sendok baking soda dan sedikit deterjen dapur, lalu remas dengan lembut. Ini bertujuan agar bahan meresap merata ke dalam serat.
Jangan mengikat mulut kantong terlalu rapat, cukup ikat sekali saja, lalu masukkan ke dalam microwave dan panaskan selama 2 menit. Jika sepenuhnya tertutup, panas dapat mengembang di dalam dan menyebabkan kantong pecah.
Setelah microwave selesai, tunggu 20-30 detik, lalu kenakan sarung tangan dan buka mulut kantong dengan hati-hati. Di dalam kantong terdapat uap panas yang dapat menyebabkan luka bakar. Setelah itu, bilas lap tangan di bawah air mengalir untuk menghilangkan baking soda dan sisa deterjen, lalu keringkan.
Apakah menggunakan tisu basah sebagai pengganti lap tangan?… Dapat menyebabkan gangguan endokrin
Selain itu, ada juga metode merendam lap tangan dalam produk disinfektan seperti pemutih selama lebih dari 30 menit, atau memanaskan lap tangan yang cukup basah dalam microwave selama lebih dari 8 menit. Penting untuk menemukan metode yang nyaman bagi diri sendiri di antara berbagai cara dan membiasakan diri untuk mencuci dan mengganti secara teratur.
Banyak rumah tangga menggunakan tisu basah sebagai pengganti lap tangan karena merasa pengelolaannya merepotkan. Namun, jika menggunakan tisu basah untuk membersihkan meja, bahan-bahan seperti surfaktan dan pewangi buatan yang terkandung dalam tisu basah dapat masuk ke dalam tubuh.
Kebiasaan mengonsumsi sisa-sisa pembersih dan pengawet dalam jumlah kecil saat makan selama bertahun-tahun dapat membahayakan kesehatan. Bahan-bahan ini adalah jenis hormon lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan endokrin.
