Jika Mengonsumsi Suplemen Terlalu Banyak, Ginjal Bisa Rusak... Berapa Banyak Protein yang Sesuai untuk Tubuh Saya?

| schedule masukan:

Jika Mengonsumsi Protein Secara Cukup Melalui Makanan... Tidak Perlu Suplemen

Protein sebaiknya diperoleh dari ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, dan produk susu, bukan hanya dari daging. Foto=Getty Images Bank

Protein adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga otot, organ, dan fungsi kekebalan tubuh. Ini menjadi lebih penting bagi orang yang berusia di atas paruh baya karena otot secara alami akan berkurang. Namun, mengonsumsi terlalu banyak tidaklah baik. Penting untuk mengonsumsi jumlah yang tepat secara teratur sesuai dengan usia, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.

Jika Mengonsumsi Protein Terlalu Banyak Sekaligus...Justru Memberi Beban pada Tubuh

Untuk orang dewasa yang sehat, disarankan untuk mengonsumsi protein sebanyak 0,8~1,2 g per kg berat badan per hari. Untuk orang dewasa dengan berat badan 60 kg, mengonsumsi 48~72 g protein per hari adalah jumlah yang tepat. Sebaiknya jangan mengonsumsi terlalu banyak dalam satu kali makan, tetapi dibagi menjadi tiga kali makan. Jika mengonsumsi secara berlebihan sekaligus, protein tidak dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat memberi beban pada tubuh (data dari Pusat Pengendalian Penyakit). Cukup mengonsumsi jumlah yang tepat dari daging tanpa lemak, ikan, telur, tahu, dan lainnya dalam tiga kali makan sehari.

3 Butir Telur atau 1 Blok Tahu...Berapa Banyak Protein yang Dapat Dikonsumsi dalam Satu Kali Makan?

Disarankan untuk mengonsumsi sekitar 20 g protein (sekitar 100 g berat makanan) setiap kali makan. Dada ayam sekitar 100 g (sepotong), daging sapi-daging babi tanpa lemak sekitar 100 g (seukuran telapak tangan), ikan seperti mackerel sekitar 100 g (seukuran telapak tangan), 3 butir telur besar atau 1 blok tahu (sekitar 300 g). Jika khawatir tentang kolesterol, sebaiknya dari 3 butir telur, 1 butir kuning telurnya dibuang dan hanya mengonsumsi putih telurnya.

Jika Mengonsumsi Suplemen Seperti Kebiasaan...Dapat Memberi Beban pada Ginjal

Jika mengonsumsi protein dari makanan alami, hampir tidak ada efek samping. Namun, jika mengonsumsi suplemen protein sebagai kebiasaan tanpa memperhatikan apakah berolahraga atau tidak, bisa jadi mengonsumsi protein lebih dari yang dibutuhkan. Kebiasaan ini dapat memberikan beban pada ginjal (kidal) untuk memproses limbah yang dihasilkan selama metabolisme. Terutama jika fungsi ginjal atau hati menurun, perlu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional mengenai jumlah asupan protein.

Jika Mengonsumsi Protein Secara Cukup Melalui Makanan...Tidak Perlu Suplemen

Suplemen protein dapat digunakan sebagai alat bantu jika kekurangan dari makanan alami, tetapi bukanlah makanan yang harus menggantikan makanan. Jika sudah cukup mengonsumsi protein melalui makanan, mungkin tidak perlu tambahan. Saat membeli suplemen, perlu memeriksa tidak hanya kandungan protein, tetapi juga kandungan gula, natrium, lemak, dan bahan tambahan lainnya.

Diet tinggi protein tidak diperlukan untuk semua orang. Harus mempertimbangkan jumlah makanan dan tingkat aktivitas individu. Makanan alami juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada daging, tetapi juga menggunakan berbagai makanan seperti ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, dan produk susu. Meskipun jumlah makanan sedikit, kebiasaan menambahkan lauk protein dalam jumlah kecil setiap kali makan sangat membantu. Jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan, akan lebih baik untuk mempertahankan otot dan fungsi tubuh.

×