
Belakangan ini banyak orang yang serius mengelola gula darah mereka. Mengatur pola makan dan berolahraga adalah hal dasar. Bahkan orang sehat pun bisa menurunkan berat badan jika memperhatikan gula darah. Jika gula darah sering melonjak (spike), lemak akan menumpuk di tubuh. Meskipun terkena diabetes, tidak perlu menghindari makanan. Roti dan kue beras juga bisa dimakan. Namun, karbohidrat tidak boleh dimakan terlalu banyak. Harus dimakan dengan tepat agar membantu pengelolaan gula darah. Mari kita pelajari kembali tentang konsumsi makanan dan gula darah.
Kentang Goreng "Sangat Enak"... Harus Mengurangi Nasi, Hindari Konsumsi Karbohidrat Berlebihan
Sering kali, saat makan nasi, kita menyertakan lauk kentang. Seperti kentang rebus, kentang goreng, atau pancake kentang. Rasanya enak sehingga mudah untuk makan berlebihan. Jika mengonsumsi banyak karbohidrat seperti 'nasi+kentang', bisa dengan cepat meningkatkan gula darah. Ini bisa menyebabkan fenomena spike. Pada saat ini, kita harus memilih. Jika ingin makan banyak kentang rebus, maka harus mengurangi nasi. Dengan begitu, kita bisa mencegah konsumsi karbohidrat berlebihan. Ini juga tercantum dalam 'tabel pertukaran makanan' yang diterapkan oleh penderita diabetes. Apa isi dari tabel tersebut?
Jika Makan Lebih dari 2 Jenis Biji-bijian Sekaligus... Risiko Lonjakan Gula Darah
Penderita diabetes menerima tabel pertukaran makanan dari ahli gizi untuk referensi saat makan. Tabel ini mengelompokkan makanan dengan kandungan gizi yang serupa ke dalam 6 kelompok. Dikelompokkan menjadi kelompok biji-bijian, kelompok ikan dan daging, kelompok sayuran, kelompok lemak, kelompok susu, dan kelompok buah. Makanan dalam kelompok yang sama dapat dipertukarkan secara bebas. Namun, jika mengonsumsi lebih dari 2 jenis biji-bijian (karbohidrat) sekaligus dalam jumlah banyak, bisa meningkatkan gula darah. Kelompok biji-bijian (nasi, mie, roti, kentang, dll.) adalah makanan pokok, kelompok ikan dan daging serta sayuran adalah lauk, kelompok lemak adalah minyak untuk memasak, dan kelompok susu serta buah adalah makanan ringan.
Harus Memilih Salah Satu Antara Nasi, Mie, Roti, atau Kentang... Jika Mencampur Karbohidrat?
Menurut data dari Asosiasi Diabetes Korea, satu kelompok makanan memiliki kalori dan nutrisi yang serupa sehingga dapat dipertukarkan. Misalnya, '1/3 mangkuk nasi', '1 kentang (ukuran sedang)', '1 potong roti', '3 kue beras' semuanya mengandung 23 g karbohidrat, 2 g protein, dan 100 kcal. Oleh karena itu, terlepas dari pilihan yang diambil, pengaruhnya terhadap gula darah akan serupa. Namun, jika makan 1/3 mangkuk nasi dan 1 kentang sekaligus, bisa terjadi konsumsi karbohidrat berlebihan. Jika ingin makan keduanya, harus mengurangi jumlah nasi dan kentang. Makan 3 kue beras ukuran songpyeon sebagai pencuci mulut juga merupakan konsumsi karbohidrat berlebihan. Sebaiknya dimakan sebagai camilan saat merasa lapar di sore hari.
Setelah Makan Mie dan Mengaduk Nasi ke dalam Kuah... Peningkatan Karbohidrat dan Kalori
Setelah makan ramen atau mie, jika mengaduk nasi ke dalam kuah, bisa terjadi konsumsi karbohidrat berlebihan. Setengah mangkuk mie rebus memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang serupa dengan 1/3 mangkuk nasi. Jika mengaduk nasi ke dalam mie, karbohidrat dan kalori hampir meningkat dua kali lipat. Ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Jika terpaksa makan berlebihan, harus berolahraga. Melakukan latihan kekuatan seperti squat atau naik tangga dalam waktu 30 menit hingga 1 jam setelah makan sangat disarankan. Berjalan juga membantu, tetapi lebih efisien untuk menggerakkan otot yang menggunakan glukosa. Makan banyak dan tidak bergerak adalah yang terburuk.