
Kelompok usia 20-an dan 30-an relatif memiliki sendi yang kuat. Namun, jika tidak menjaga sendi meskipun masih muda, akan menyesal di kemudian hari. Terutama, jika berolahraga secara berlebihan, sendi akan aus, dan seiring bertambahnya usia, penuaan dan degenerasi akan terus terjadi, sehingga mudah terkena arthritis. Kerusakan sendi ini bisa disebabkan oleh kebiasaan olahraga yang salah yang merusak sendi tanpa disadari. Mari kita lihat kebiasaan olahraga yang salah yang merusak sendi.
◆ Berolahraga secara berlebihan dengan kelebihan berat badan
Selama berlari, sendi lutut menahan beban beberapa kali berat badan. Ketika berat badan normal, tubuh kita dapat menahan beban ini, tetapi jika kelebihan berat badan atau obesitas, hal ini menjadi penyebab meningkatnya risiko osteoartritis. Dengan kata lain, peningkatan berat badan berarti memberikan stres yang luar biasa pada sendi. Menurut penelitian terkait, orang yang kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 40% lebih tinggi untuk menjalani operasi sendi lutut dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal. Untuk menjaga sendi yang sehat, pertama-tama kita harus menurunkan berat badan untuk keluar dari kelebihan berat badan.
◆ Melewatkan peregangan karena malas

Keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas sangat menguntungkan untuk menjaga kesehatan sendi. Itulah sebabnya kita harus lebih memperhatikan peningkatan fleksibilitas seiring bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi semakin kaku sehingga rentang gerak sendi berkurang, oleh karena itu latihan untuk meningkatkan fleksibilitas sangat diperlukan. Untuk itu, sebaiknya lakukan peregangan secara teratur setiap kali ada waktu.
◆ Hanya melakukan kardio tanpa latihan kekuatan
Di antara pasien yang mengunjungi rumah sakit karena masalah sendi, banyak yang memiliki kesehatan kardiovaskular yang lebih baik. Ini karena mereka hanya fokus pada olahraga seperti berlari, sehingga ada ketidakseimbangan antara latihan kardio dan latihan kekuatan. Jika kondisi ini berlanjut, arthritis dapat terjadi dan menjadi kronis. Harus bergantian antara latihan penguatan jantung dan latihan kekuatan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular, sendi, dan otot secara bersamaan.
Selain itu, dalam latihan kardio, harus bergantian antara sprint dan jogging lambat dalam waktu lama. Karena bagian otot yang digunakan berbeda tergantung pada cara berlari. Setelah sprint, otot perlu pulih, jadi sebaiknya bergantian dengan jogging lambat selama 1-2 hari, dan mengganti cara berlari.
◆ Melakukan yoga secara berlebihan hingga terasa sakit

Olahraga kardio yang intens seperti latihan interval tinggi atau berlari bukanlah satu-satunya penyebab kerusakan sendi. Yoga dan pilates adalah latihan yang membantu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, tetapi jika melakukan gerakan yang melebihi batas kemampuan, justru dapat menjadi penyebab kerusakan sendi. Gerakan yoga yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal jaringan tulang yang berujung pada osteofit, yang dapat menyebabkan arthritis, sehingga perlu diwaspadai.