
kebiasaan mengonsumsi satu sendok minyak zaitun segera setelah bangun tidur menjadi salah satu rahasia kesehatan yang banyak dibicarakan. Mereka yang membagikan metode ini di media sosial dan konten wellness luar negeri mengklaim bahwa minyak zaitun yang dikonsumsi saat perut kosong dapat membantu dari perbaikan fungsi pencernaan hingga kesehatan pembuluh darah. Namun, pendekatan yang menganggap bahwa 'makanan alami pasti baik' perlu diwaspadai. Bersama dengan efek yang diharapkan, kita juga perlu mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan tergantung pada konstitusi dan kondisi kesehatan.
Minyak zaitun saat perut kosong, apa efeknya?
Mengonsumsi minyak zaitun saat perut kosong memiliki efek yang relatif lembut dalam merangsang lambung dan usus. Asam oleat yang kaya dalam minyak zaitun berperan dalam merangsang sekresi empedu, yang membangunkan proses pencernaan yang melambat semalaman. Akibatnya, beberapa orang merasakan pengurangan sembelit atau kembung. Selain itu, komponen antioksidan seperti polifenol dan vitamin E dapat berfungsi positif dalam mengurangi peradangan pembuluh darah dan stres oksidatif karena efisiensi penyerapan yang lebih tinggi saat perut kosong. Namun, efek ini lebih berarti ketika dikombinasikan dengan pengelolaan pola makan secara keseluruhan.
Berapa sendok yang sebaiknya diminum?
Jumlah yang biasanya disebutkan untuk tujuan kesehatan adalah satu sendok makan per hari, dan maksimal dua sendok makan. Berbeda dengan persepsi bahwa 'semakin banyak semakin baik', minyak zaitun juga merupakan lemak, sehingga jika berlebihan dapat menyebabkan kelebihan kalori. Terutama, mengonsumsi lebih dari dua sendok makan sekaligus saat perut kosong dapat menyebabkan rasa terbakar di perut, mual, atau ketidaknyamanan perut. Jika ini adalah percobaan pertama, lebih aman untuk memulai dengan satu sendok teh dan memperhatikan reaksi tubuh. Jika pengukuran setiap kali terasa merepotkan atau rasa dan aromanya terlalu kuat, beberapa orang merasa lebih nyaman dengan bentuk pil yang memiliki dosis tetap.
Jenis minyak zaitun, apakah semua baik?
Jika tujuannya adalah untuk dikonsumsi saat perut kosong, maka 'minyak zaitun extra virgin' menjadi standar. Extra virgin yang tidak melalui proses pemurnian kimia memiliki komponen antioksidan dan aroma khas yang lebih cocok untuk tujuan kesehatan. Sebaliknya, minyak zaitun murni atau pomace oil lebih cocok untuk memasak pada suhu tinggi, tetapi dari segi fungsionalitas, efek yang diharapkan terbatas. Pastikan juga untuk memeriksa keasaman di bawah 0,8% dan apakah itu ditekan dingin. Jika sulit untuk menjaga kesegaran atau khawatir tentang pembusukan, beberapa orang juga menggunakan produk minyak zaitun dalam bentuk kapsul sebagai alat bantu.
Orang seperti ini harus berhati-hati dalam mengonsumsi minyak zaitun
Jika memiliki riwayat penyakit kantong empedu atau batu empedu, mengonsumsi lemak saat perut kosong dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pencernaan. Orang yang memiliki gastritis atau esofagitis refluks juga berisiko memperburuk gejala dengan mengonsumsi minyak saat perut kosong. Selain itu, jika sedang mengonsumsi obat tekanan darah atau obat penurun lipid, perubahan penyerapan lemak dapat mempengaruhi efektivitas obat, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Persepsi bahwa 'makanan alami aman untuk semua orang' perlu diwaspadai.
Jika sibuk, bagaimana dengan minyak zaitun dalam bentuk kapsul?
Baru-baru ini, produk minyak zaitun extra virgin dalam bentuk kapsul juga telah banyak diluncurkan. Keuntungannya adalah mudah dibawa dan memiliki sedikit penolakan terhadap rasa atau aroma. Namun, banyak yang diklasifikasikan sebagai suplemen kesehatan, sehingga perlu memeriksa dengan cermat kandungan bahan, kadar polifenol, dan bahan kapsul. Bentuk pil tidak selalu lebih baik, tetapi lebih mendekati suplemen yang disesuaikan dengan pola hidup. Jika rutinitas pagi tidak teratur, memulai dengan bentuk ini bisa menjadi pilihan yang realistis.
