Kepuasan Setelah Berkeringat, Makan Berlebihan... Apakah Ada Perubahan pada Lonjakan Gula Darah? Apa yang Harus Diperhatikan Saat Berolahraga?

| schedule masukan:

Mulai 30 Menit Setelah Makan, Olahraga 30 Menit hingga 1 Jam... Intensitas yang Sedikit Menggugah Napas

Di Atas Salju
Menggabungkan olahraga aerobik seperti berjalan atau berlari dengan latihan kekuatan dapat membantu mengelola gula darah. Foto=Clipart Korea

Tidak ada orang yang tidak tahu tentang efek olahraga. Ini membakar kalori yang terakumulasi dalam tubuh melalui makanan dan secara langsung menurunkan gula darah. Ini baik untuk mencegah diabetes dan jika sudah menjadi pasien, dapat mencegah komplikasi diabetes. Ini juga baik untuk kesehatan mental dengan mengurangi stres. Namun, jika berolahraga tanpa memperhatikan kondisi tubuh individu, bisa ada efek samping. Mari kita pelajari kembali tentang olahraga dan pengelolaan gula darah.

Berolahraga pada Tahap Pra-Diabetes... Efek Pencegahan Diabetes, Meningkatkan Efektivitas Insulin

Menurut data dari Asosiasi Diabetes Korea, olahraga memiliki efek pencegahan diabetes tipe 2 pada kelompok berisiko tinggi (seperti tahap pra-diabetes). Pada diabetes tipe 1, ini meningkatkan efektivitas insulin (hormon pengatur gula darah) dan mengatur agar insulin tidak diproduksi secara berlebihan. Ini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (aterosklerosis, penyakit jantung, stroke). Ini karena olahraga mengurangi kolesterol LDL yang 'buruk' dan meningkatkan kolesterol 'baik'. Ini juga membantu meningkatkan sirkulasi darah, fungsi paru-paru, serta pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

Sinergi dengan Pengaturan Makanan... Apa Prinsip Olahraga Menurunkan Gula Darah?

Olahraga dapat menghasilkan efek sinergi dalam pengelolaan gula darah bersama dengan pengaturan makanan. Dengan bergerak aktif, sekresi insulin di jaringan perifer meningkat dan efisiensinya meningkat, sehingga dapat menurunkan gula darah. Jika sudah menderita diabetes, dapat mengurangi obat yang diminum (obat penurun gula darah oral). Ini membantu meningkatkan kekuatan otot yang mudah menyusut pada pasien diabetes dan mencegah darah menjadi kental, berkontribusi pada sirkulasi darah. Ini juga menghambat pembentukan bekuan darah. Tidur yang baik dan mengurangi stres juga baik untuk pencegahan dan pengelolaan diabetes.

Mulai 30 Menit Setelah Makan, Olahraga 30 Menit hingga 1 Jam... Intensitas yang Sedikit Menggugah Napas

Olahraga sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama setiap hari. Mulai 30 menit setelah makan dengan intensitas yang sedikit menggugah napas selama 30 menit hingga 1 jam adalah yang paling efektif. Olahraga sementara tidak dapat diharapkan efeknya, sehingga perlu melakukan olahraga yang dapat membakar lebih dari 300 kalori per hari secara berkelanjutan. Namun, jika berolahraga secara berlebihan dan berkeringat terlalu banyak, justru dapat membahayakan kesehatan. Sebaiknya menggabungkan olahraga aerobik seperti berjalan cepat, jogging, senam, bersepeda, dengan latihan kekuatan seperti naik tangga dan squat. Istirahat dari olahraga sebaiknya tidak lebih dari 2 hari. Jika lebih dari itu, efek dari olahraga sebelumnya dapat berkurang.

Jika Makan Berlebihan Karena Kepuasan Berkeringat... Risiko Lonjakan Gula Darah

Jika merasa puas setelah berolahraga dan makan terlalu banyak, dapat terjadi fenomena lonjakan gula darah yang tinggi. Jumlah kalori yang terbakar dibandingkan dengan jumlah olahraga mungkin lebih sedikit dari yang diharapkan. Selain itu, jika berolahraga secara intensif dalam situasi di mana gula darah tidak terkontrol, gula darah justru dapat meningkat. Sebaiknya mulai dengan berjalan santai secara teratur. Jika berolahraga terlalu keras, pasien diabetes yang mengonsumsi obat dapat mengalami hipoglikemia. Jika sirkulasi darah tidak baik, dapat terjadi ulser pada kaki, sehingga perlu berhati-hati dalam memilih sepatu.

×