'Suplemen Ini' - Terlalu Banyak Mengonsumsi Suplemen... Dapat Menyebabkan Keracunan Hati, Gangguan Pencernaan, dan Kemerahan

| schedule masukan:

Makanan seperti ikan dan daging hampir tidak memiliki efek samping... Waspadai konsumsi suplemen yang berlebihan

Vitamin perlu diperhatikan dengan seksama karena ada kemungkinan overdosis jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Foto=Clipart Korea

Saat ini berbagai suplemen dan tambahan gizi berlimpah. Apakah ini karena ketidakpuasan terhadap makanan yang mengandung nutrisi seperti vitamin? Banyak orang yang mengandalkan pil yang praktis untuk melengkapi kebutuhan gizi mereka. Ketika vitamin dikonsumsi melalui makanan, risiko efek samping akibat overdosis hampir tidak ada. Namun, jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, ada kemungkinan overdosis, sehingga perlu perhatian khusus. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang suplemen setelah pengumuman terbaru dari otoritas kesehatan.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Suplemen Niacin... Dapat Menyebabkan Keracunan Hati, Gangguan Pencernaan, dan Kemerahan

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan telah merevisi 'Standar Asupan Nutrisi untuk Orang Korea 2025' yang menetapkan pedoman untuk mengonsumsi 41 jenis nutrisi yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan, dan dipublikasikan pada tanggal 31 bulan lalu. Di antara mereka, asupan harian yang disarankan untuk 'Niacin', yang diperlukan untuk metabolisme energi dalam kelompok vitamin B, telah diubah dari 6-17 mg NE (2020) menjadi 5-16 mg NE (2025). Ini berarti disarankan untuk mengonsumsi sedikit lebih sedikit. Niacin mencakup 'Asam Nikotinat' dan 'Nikotinamid' dan juga dikenal sebagai vitamin B3. Jika mengonsumsi dosis tinggi suplemen, bukan makanan, dapat menyebabkan keracunan hati, gangguan pencernaan, dan kemerahan di wajah, lengan, dan dada.

Makanan Seperti Ikan dan Daging Hampir Tidak Memiliki Efek Samping... Waspadai Konsumsi Suplemen yang Berlebihan

Makanan yang paling banyak mengandung niacin adalah ikan (seperti mackerel) dan daging (seperti daging sapi, daging babi, dan daging ayam). Juga terdapat dalam jamur, kacang-kacangan, dan kentang. Jika mengonsumsi asam nikotinat dalam jumlah besar untuk tujuan pengobatan hiperlipidemia (dislipidemia) atau mengonsumsi suplemen vitamin dan makanan yang diperkaya, harus berhati-hati terhadap efek samping. Dalam kasus nikotinamid, disarankan untuk mengonsumsi sedikit lebih sedikit berdasarkan analisis tren penelitian luar negeri. Ini ditetapkan lebih aman dengan mempertimbangkan reaksi berbahaya. Batas atas harian nikotinamid sebelumnya telah dikurangi dari 1000 mg NE menjadi 850 mg NE (2025).

Vitamin A, D, E, K Juga Harus Diperhatikan Terhadap Efek Samping... Dapat Terakumulasi Dalam Tubuh

Di sisi lain, vitamin dapat dibagi menjadi vitamin larut air (yang larut dalam air) dan vitamin larut lemak (yang larut dalam minyak). Vitamin larut air termasuk vitamin B1, B2, B3, B6, B12, C, dan asam folat. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh digunakan dan sisanya dikeluarkan melalui urin, sehingga mengonsumsi dalam jumlah banyak tidak menyebabkan masalah besar. Sebaliknya, vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K dapat terakumulasi dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, yang dapat menyebabkan berbagai efek samping. Harus berhati-hati terhadap tidak hanya kekurangan tetapi juga overdosis. Ketika vitamin dikonsumsi melalui makanan, risiko overdosis hampir tidak ada. Namun, jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, ada kemungkinan overdosis, sehingga perlu perhatian khusus.

Wanita Usia 20-an Kekurangan Energi "Makan Terlalu Sedikit"... Apa Alasannya?

Menurut analisis data Survei Gizi Kesehatan Nasional (2018-2022), sebagian besar masyarakat mengonsumsi rata-rata energi harian yang hampir setara dengan kebutuhan mereka, sekitar 91,9-105,8%. Namun, wanita berusia 19-29 tahun hanya mengonsumsi 86,8% dari kebutuhan energi mereka, yang menunjukkan kekurangan. Diperkirakan bahwa wanita muda mengurangi porsi makan mereka karena alasan seperti pengelolaan berat badan. Bahkan di atas usia 75 tahun, tercatat 87,7%, menunjukkan bahwa lebih banyak asupan energi diperlukan. Hal ini tampaknya disebabkan oleh masalah gigi, gangguan pencernaan, dan sebagainya yang mengakibatkan mereka makan lebih sedikit.

×