
Acara realitas Netflix "Koki Hitam dan Putih Musim 2" semakin mendekati akhir, dan kandidat pemenang semakin sedikit. Terutama dalam siaran yang dirilis pada tanggal 30 lalu, peserta dari kelas bawah yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pemenang, "Monster Memasak", berhasil bertahan di babak penyisihan, sehingga rasa ingin tahu penonton tentang pemenang musim ini semakin meningkat.
Tugas di babak penyisihan ini ditujukan kepada peserta dari kelas bawah yang tereliminasi di tim hitam dan putih, di mana mereka harus menampilkan masakan dengan bahan yang mereka pilih sendiri sebagai bahan utama.
Berbagai bahan seperti daging sapi, ikan kering, ikan mullet, dan tiram muncul sebagai bahan utama, namun bahan yang dibawa oleh "Monster Memasak" adalah "asparagus". Para juri awalnya bertanya-tanya, "Apakah mungkin membuat masakan utama dengan asparagus?" Mereka merasa ragu karena biasanya asparagus hanya disajikan sebagai pelengkap untuk steak atau dimakan sederhana dalam salad.
Namun, "Monster Memasak" berhasil memikat hati para juri dengan menyajikan masakan kreatifnya menggunakan asparagus. Ia memanggang asparagus dengan kuat dan memberikan aroma dengan mentega cokelat dan shio koji, kemudian menyajikannya dengan purée lemon, sehingga rasa asparagus menjadi maksimal. Juri Baek Jong-won dan Ahn Seong-jae memberikan nilai tertinggi kepada "Monster Memasak" dengan mengatakan, "Ini adalah kombinasi yang belum pernah kami coba sebelumnya, tetapi rasa asparagusnya sangat terasa."
Asparagus Kaya Vitamin dan Serat Pangan
Asparagus yang membawa keberuntungan bagi "Monster Memasak" adalah sayuran yang memiliki berbagai manfaat. Terutama kaya akan vitamin B dan antioksidan lutein, serta serat pangan, asparagus dapat membantu melengkapi nutrisi yang kurang saat menyantap daging. Selain itu, asparagus juga kaya serat namun rendah kalori dan natrium, sehingga sangat populer di kalangan orang yang sedang menjalani diet.

Asparagin dalam Asparagus Membantu Pemulihan Kelelahan dan Mengatasi Mabuk
Terutama, asparagin yang merupakan asam amino dalam asparagus berperan dalam membantu sintesis protein dan mempercepat metabolisme, serta mengaktifkan fungsi diuretik dan mencegah sembelit. Asparagin juga terlibat dalam proses pembentukan energi dan detoksifikasi amonia, sehingga membantu pemulihan kelelahan dan mengatasi mabuk. Asparagus diketahui mengandung lebih dari 10 kali lipat asparagin dibandingkan dengan tauge.
Selain itu, asparagus juga kaya akan asam folat, vitamin E, dan vitamin K. Asam folat adalah vitamin penting yang terlibat dalam pembentukan otak dan sumsum tulang bayi, dan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui. Vitamin E dikenal membantu aktivasi hormon seks, sedangkan vitamin K memiliki hasil penelitian yang menunjukkan manfaat dalam pencegahan penuaan dan demensia. Namun, vitamin K adalah vitamin esensial yang membantu dalam pembekuan darah, sehingga orang yang mengonsumsi antikoagulan atau pengencer darah perlu berhati-hati saat mengonsumsi asparagus.
Memasak dengan Pemanasan Singkat, Jangan Cuci Setelah Direbus
Saat memasak asparagus, disarankan untuk tidak memanaskannya terlalu lama agar vitamin C dan lutein tidak hilang, dan setelah direbus dalam air mendidih, sebaiknya tidak dicuci dengan air. Meskipun tidak disajikan dengan steak, asparagus dapat direbus sebentar dan disajikan dengan dressing salad, atau cukup dipanaskan dengan minyak zaitun dan dibumbui dengan garam dan merica.
