
Aktris Han Chae-a (43) mengungkapkan rahasia manajemen berat badannya.
Han Chae-a baru-baru ini membagikan rutinitas harian yang membuatnya semakin sehat di video yang diunggah di saluran YouTube-nya.
Han Chae-a mengatakan, "Setelah bangun pagi, saya langsung naik timbangan dan memulai hari dengan memeriksa berat badan saya seperti biasa." Tinggi Han Chae-a adalah 164 cm dan berat badannya 47 kg. Dengan berat ini, dia tidak memiliki lemak tubuh yang berlebih, bahkan untuk usia paruh baya.
Di hari berikutnya, Han Chae-a melahap banyak daging iga bumbu saat makan siang dengan teman-temannya. Sebelum makan, dia mengonsumsi satu paket minyak zaitun untuk menambah rasa kenyang, dan setelah makan, dia melanjutkan dengan yoga panas untuk berkeringat.
Di malam hari, berat badan Han Chae-a tercatat 46.34 kg. Dia merasa bangga dan berkata, "Apa yang terjadi? Saya kehilangan 1 kg!"
Han Chae-a menekankan pentingnya kebiasaan memeriksa berat badan setiap pagi dan malam, serta mengonsumsi makanan sehat dan suplemen, serta berolahraga. Dia mengatakan, "Ketika saya masih muda, saya tidak benar-benar mengelola berat badan saya, hanya mengandalkan usia. Jadi, saya merasa lebih sehat sekarang."
Kami melihat bagaimana memeriksa berat badan setiap pagi dan malam dapat membantu dalam manajemen berat badan.

Pengukuran berat badan pagi dan malam, mengapa itu membantu?
Kebiasaan 'mengukur berat badan pagi dan malam' yang diungkapkan oleh Han Chae-a bukan sekadar memeriksa angka. Ini adalah salah satu bentuk 'pemantauan diri' yang sering ditemukan pada orang-orang yang berhasil dalam manajemen berat badan, dan penelitian menunjukkan bahwa ini dapat memicu perubahan perilaku yang membantu penurunan dan pemeliharaan berat badan.
▲ Umpan balik instan mengubah perilaku = Senjata terkuat dalam manajemen berat badan adalah umpan balik yang cepat. Jika kita dapat mendeteksi kenaikan berat badan dengan cepat, akan lebih mudah untuk mengatur porsi makan, camilan, dan tingkat aktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengukur berat badan, semakin baik hasil penurunan dan pemeliharaan berat badan mereka.
▲ Perbandingan pagi dan malam menciptakan data respons tubuh saya = Mengukur berat badan dua kali sehari memungkinkan kita untuk lebih memahami bagaimana tubuh kita bereaksi daripada hanya mengetahui berapa kg berat badan kita hari ini. Misalnya, jika kita makan makanan asin sehari sebelumnya, berat badan kita mungkin meningkat di pagi hari berikutnya, dan jika kita mengonsumsi makanan berat dan karbohidrat berlebih, berat badan kita mungkin tetap meningkat hingga malam hari. Berat badan juga dapat berubah tergantung pada kurang tidur, stres, dan peningkatan aktivitas. Jika berat badan pagi adalah titik acuan, berat badan malam mencerminkan hasil dari makanan, cairan, dan aktivitas hari itu. Data yang terakumulasi ini memungkinkan manajemen yang dipersonalisasi.
▲ Menangkap peningkatan berat badan yang tajam di awal (mencegah yo-yo) = Yang paling menakutkan bukanlah kenaikan berat badan yang tiba-tiba, tetapi peningkatan bertahap sebesar 0.2-0.3 kg. Penelitian tentang pemeliharaan berat badan menjelaskan bahwa pengukuran berat badan yang teratur membantu mendeteksi peningkatan berat badan lebih awal, sehingga mencegah peningkatan lebih lanjut. Terutama setelah diet, semakin rendah frekuensi dan konsistensi pengukuran, semakin besar risiko peningkatan berat badan.
▲ Pengukuran berat badan menciptakan rutinitas otomatis = Penurunan berat badan dan pemeliharaan lebih dipengaruhi oleh kebiasaan dan sistem daripada kemauan. Seseorang yang sering mengukur berat badan cenderung menjadikannya sebagai rutinitas dalam pola hidup mereka, sehingga lebih mungkin untuk mengatur pola makan, olahraga, dan tidur. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengukur berat badan setiap hari melakukan lebih banyak perilaku pengendalian berat badan dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Berat badan dapat berfluktuasi sekitar 0.5-2 kg dalam sehari, jadi sebaiknya kita mendekati angka timbangan sebagai alat untuk membaca pola perubahan, bukan hanya angka itu sendiri.
Selain itu, para ahli mengatakan bahwa meskipun sering mengukur berat badan dapat membantu dalam manajemen, bagi beberapa orang, hal ini dapat meningkatkan kecemasan, menurunkan harga diri, dan meningkatkan risiko gangguan makan. Oleh karena itu, pengukuran berat badan harus dilakukan dalam batas yang tidak merusak mental, dan jika kecemasan atau obsesi meningkat, disarankan untuk mengurangi frekuensi atau beralih ke indikator lain seperti lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, atau tingkat aktivitas.

Tips pengukuran berat badan pagi dan malam
Bagaimana cara menjadikan pengukuran berat badan sebagai kebiasaan yang membantu dalam penurunan dan pemeliharaan berat badan?
▲ Berat badan pagi sebagai 'berat acuan' = Pengukuran pagi dilakukan setelah bangun tidur dan pergi ke toilet, dengan kondisi yang sama seperti 'memakai piyama dan mengukur pada pukul 7 pagi'.
▲ Berat badan malam hanya untuk 'data' = Berat badan malam dipengaruhi besar oleh makanan, cairan, dan aktivitas, sehingga lebih cocok untuk pencatatan daripada penilaian.
▲ Lihat 'rata-rata 7 hari' daripada angka = Jangan menarik kesimpulan dari angka harian, tetapi nilai pola perubahan setidaknya dalam satu minggu.
▲ Menetapkan 'batas' akan meningkatkan efektivitas. Jika berat badan pagi melebihi +1 kg dari acuan selama 3 hari berturut-turut, menetapkan perubahan perilaku seperti mengurangi makanan asin, menghentikan camilan malam, atau menambah 30 menit berjalan kaki dapat membantu dalam pengendalian berat badan.