Bantal Tinggi vs Bantal Rendah… Untuk Wajah Awet Muda, Ubah ‘Tinggi’ Terlebih Dahulu?

| schedule masukan:
Bantal yang terlalu rendah dapat membuat kepala mengarah ke bawah, menyebabkan aliran darah ke wajah dan dapat menyebabkan pembengkakan. Foto=Getty Images Bank

Tinggi bantal yang membantu tidur nyenyak tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan, tetapi juga pada kontur wajah dan penuaan kulit. Bantal tinggi dapat menyebabkan kerutan leher dan dagu ganda, sementara bantal yang terlalu rendah dapat menjadi penyebab pembengkakan wajah dan ketegangan leher. Para ahli menyarankan untuk menemukan tinggi yang tepat untuk diri sendiri dan memeriksa posisi serta rutinitas tidur. Bantal adalah kebiasaan hidup yang melindungi wajah awet muda, lebih dari sekadar alat tidur.

Bantal Tinggi, Penyebab Utama Kerutan Leher dan Dagu Ganda’

Ketika menggunakan bantal tinggi, leher akan terlalu tertekuk, menyebabkan kulit di depan leher terlipat dan kerutan terbentuk secara berulang. Hal ini mengakibatkan penurunan elastisitas leher, dan dalam jangka panjang, garis rahang dapat runtuh dan dagu ganda dapat terjebak. Terutama bagi mereka yang sudah memiliki leher yang membungkuk akibat penggunaan smartphone, menggunakan bantal tinggi akan memperburuk masalah. Jika posisi ini terus berlanjut, aliran limfa juga akan terganggu, menyebabkan pembengkakan di bagian bawah wajah dan kontur yang tumpul.

Bantal Rendah Juga Berbahaya, Berpotensi Menyebabkan Pembengkakan Wajah

Bantal yang terlalu rendah dapat membuat kepala mengarah ke bawah, menyebabkan aliran darah ke wajah dan dapat menyebabkan pembengkakan. Selain itu, kurangnya dukungan leher dapat menyebabkan ketegangan dan nyeri otot leher. Tidak semua yang rendah itu baik, jadi jika wajah sering bengkak dan merasa lelah, perlu memeriksa tinggi bantal. Terutama jika setiap pagi mengalami pembengkakan di sekitar mata, hanya dengan menyesuaikan tinggi bantal sekitar 1-2 cm dapat memberikan perbedaan.

Tinggi Bantal Ideal Disesuaikan Dengan Postur Tubuh

Para ahli menyarankan, “Ketika berbaring, bantal tidak hanya menopang kepala, tetapi juga harus menjaga agar kepala, leher, dan bahu berada dalam garis lurus, serta mengatur tinggi dan dukungan agar tulang leher mempertahankan kurva C yang alami.” Ketika berbaring miring, bantal harus dipilih sesuai dengan tinggi bahu agar tulang belakang dan leher tetap lurus. Kunci utama adalah memastikan dagu tidak terangkat dan bagian belakang leher didukung dengan nyaman. Sangat disarankan untuk menyesuaikan tinggi bantal dengan cermat sesuai dengan postur tubuh dan kebiasaan tidur masing-masing.

Mengurangi Tekanan Selama Tidur Juga Membantu Menjaga Kulit Awet Muda

Jika wajah tertekan oleh bantal saat tidur, tekanan tersebut dapat menyebabkan lekukan di sekitar tulang pipi, sudut mulut, dan rahang menjadi tetap. Sebaliknya, tinggi bantal yang tepat dapat mengurangi tekanan di bagian bawah wajah, mencegah pembentukan kerutan halus, dan berperan positif dalam menjaga elastisitas. Mengurangi tekanan yang tidak disadari pada kulit selama waktu tidur adalah kunci utama dalam perawatan wajah awet muda yang sebenarnya.

Rutinitas Tidur dan Frekuensi Penggantian Bantal Harus Dikelola

Disarankan untuk mengganti bantal setiap 1-2 tahun, dan jika bantal sudah tertekan atau berbau, harus segera diganti. Mengurangi penggunaan smartphone sebelum tidur dan melakukan peregangan ringan untuk merelaksasi otot trapezius dapat membantu menjaga garis wajah lebih alami. Menstabilkan rutinitas tidur dapat mengurangi ketegangan otot wajah dan memberikan pagi yang segar tanpa pembengkakan.

×